Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Minta Menteri Kaji Penerapan WFH di Pemerintah dan Swasta

        Prabowo Minta Menteri Kaji Penerapan WFH di Pemerintah dan Swasta Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih untuk mengkaji sejumlah langkah efisiensi penggunaan BBM, termasuk penerapan work from home (WFH) bagi instansi pemerintahan maupun sektor swasta.

        Langkah tersebut dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak harga energi akibat konflik Timur Tengah, dengan merujuk pada kebijakan efisiensi yang diterapkan Pakistan.

        Ini disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

        "Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50% bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari," ucapnya, dikutip Selasa (17/3).

        Tak hanya itu, Pakistan juga melakukan pemotongan gaji pejabat negara, termasuk menteri dan anggota DPR guna membantu masyarakat lemah.

        "Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah," katanya.

        Selain pemotongan gaji, Pakistan juga membatasi ketersediaan BBM untuk seluruh kementerian, mewajibkan 60% kendaraan pemerintah tidak digunakan, serta menghentikan belanja asing, kendaraan, dan mebel untuk waktu yang tidak ditentukan.

        "Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri mereka kurangi tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta. Kemudian semua lembaga pendidikan tinggi, mereka pindah ke online. Kemudian semua sekolah berhenti untuk dua minggu, ya ini mungkin menghadapi Idul Fitri," katanya.

        Baca Juga: Atasi Dampak Konflik Timur Tengah, Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan DPR

        Baca Juga: Prabowo Subianto Menghimbau Menteri Tetap Gelar Open House Sederhana Demi Perputaran Ekonomi

        Menurut Prabowo, langkah Pakistan tersebut dapat menjadi contoh dalam menghadapi krisis dan patut dikaji sebagai strategi penghematan di Indonesia.

        "Ini hanya contoh. Maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi tetep kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kira tidak tambah," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: