- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pakar Energi UI: Jakarta Perlu Virtual Power Plant untuk Jaga Keandalan Listrik
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Status Jakarta sebagai kawasan aglomerasi perkotaan terbesar di dunia dinilai harus menjadi momentum untuk melakukan transformasi sistem ketenagalistrikan. Di tengah pertumbuhan jumlah penduduk, kendaraan listrik, dan pusat data, Jakarta membutuhkan pendekatan baru dalam menjaga keandalan pasokan listrik, salah satunya melalui penerapan Virtual Power Plant (VPP).
Senior Lecturer Teknik Sistem Energi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Eko Adhi Setiawan, mengatakan tantangan kelistrikan saat ini tidak lagi semata-mata terkait penyediaan kapasitas pembangkit, melainkan kemampuan mengelola beban listrik yang semakin dinamis.
Menurutnya, laporan World Urbanization Prospects 2025 yang menempatkan Jakarta sebagai kawasan aglomerasi terbesar di dunia dengan populasi mendekati 42 juta jiwa menjadi sinyal penting bagi sektor energi nasional.
"Kita tidak lagi hanya bicara soal berapa megawatt yang harus disediakan, melainkan seberapa cerdas kita menghadapi dinamika beban," ujar Eko kepada Warta Ekonomi, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, pola konsumsi listrik di kawasan perkotaan saat ini semakin tersebar, mulai dari rumah tangga, gedung komersial, hingga fasilitas pengisian daya kendaraan listrik. Kondisi tersebut membuat pengelolaan jaringan listrik menjadi semakin kompleks dibandingkan sebelumnya.
Eko menilai kendaraan listrik bukan ancaman bagi sistem kelistrikan. Namun, pola pengisian daya yang dilakukan secara bersamaan berpotensi menimbulkan tekanan pada jaringan distribusi.
"Masalahnya bukan pada keberadaan mobil listrik, melainkan pada pola pengisiannya. Jika ribuan kendaraan mengisi daya secara serentak di malam hari, jaringan distribusi, terutama trafo dan gardu, akan menghadapi tekanan yang luar biasa," katanya.
Selain kendaraan listrik, meningkatnya kebutuhan energi untuk menopang ekonomi digital juga menjadi tantangan tersendiri. Kehadiran pusat data yang membutuhkan pasokan listrik andal membuat sistem ketenagalistrikan harus memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: