Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Gelontorkan Stimulus Jumbo, Mudik 2026 Makin Meledak!

        Pemerintah Gelontorkan Stimulus Jumbo, Mudik 2026 Makin Meledak! Kredit Foto: Pemprov Jabar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menggelontorkan stimulus menjelang Idulfitri 1447 H untuk mendorong perputaran ekonomi dan peningkatan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik. Berbagai insentif berupa diskon transportasi hingga kebijakan fleksibilitas kerja menjadi faktor utama yang memperkuat mobilitas masyarakat pada Lebaran 2026.

        Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menyatakan bahwa rangkaian kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap tingginya minat mudik tahun ini.

        Baca Juga: Mudik Lebaran, Menteri LH Pastikan Terminal Siap Kelola Sampah 

        “Berbagai stimulus ekonomi yang diberikan Pemerintah sangat menarik masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman untuk merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1447 H,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

        Diketahui bahwa pemerintah menyiapkan anggaran Rp911,16 miliar untuk program diskon transportasi yang mencakup potongan harga hingga 30% untuk kereta api dengan target 1,2 juta penumpang, angkutan laut 30% untuk 445 ribu penumpang, serta diskon penyeberangan hingga 100% untuk tarif jasa kepelabuhanan dengan target 945 ribu kendaraan dan 2,4 juta penumpang. Sementara, angkutan udara kelas ekonomi mendapatkan diskon sebesar 17–18% dengan target 3,3 juta penumpang.

        Tidak hanya itu saja, ada pula diskon tarif tol sebesar 30% di sejumlah ruas strategis, meliputi 29 ruas di koridor Jabodetabek, 10 ruas Trans Jawa, 4 ruas non-Trans Jawa, serta 11 ruas Trans Sumatera.

        Untuk mendorong mobilitas, ada juga stimulus lain yakni pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Diketahui bahwa pemerintah mengalokasikan Rp65 triliun untuk ASN pusat dan daerah, TNI-Polri, serta pensiunan. Di sektor swasta, THR untuk 26,5 juta pekerja diperkirakan mencapai Rp124 triliun. Sedangkan, kebijakan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra ojek online dan kurir menambah perputaran uang sebesar Rp220 miliar bagi sekitar 850 ribu penerima.

        Untuk mengurangi kepadatan arus berangkat dan arus balik mudik, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama lima hari di sekitar libur Lebaran yang berlaku sejak 16–17 Maret 2026 dan 25–27 Maret 2026.

        Baca Juga: Seskab Teddy Tinjau Kesiapan 'Kereta Api Kerakyatan' di Pasar Senen Jelang Mudik Lebaran 2026

        Sarman menegaskan bahwa kombinasi berbagai kebijakan tersebut menjadi pendorong utama tingginya mobilitas masyarakat. 

        “Berbagai stimulus dan kebijakan inilah yang mendorong minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Idul Fitri 1447 H tahun ini tetap tinggi dan potensi perputaran uang sangat besar,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: