Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lebaran, Jakarta Bakal Dilanda Cuaca Panas Terik?

        Lebaran, Jakarta Bakal Dilanda Cuaca Panas Terik? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Cuaca panas terik dalam beberapa hari terakhir menyengat wilayah Jakarta dan diprediksi akan juga terjadi pada hari lebaran yang jatuh pada 20 Maret 2026.

        Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara maksimum harian tertinggi pada 14–15 Maret 2026 mencapai 35,6 derajat Celsius, yang terukur di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

        Menanggapi kondisi tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan langkah pencegahan guna menghindari risiko kesehatan akibat suhu ekstrem.

        Ia menyebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai fenomena ini bersifat sementara, namun warga tetap diminta tidak lengah.

        “Gubernur menekankan kondisi ini bersifat sementara dan warga tidak perlu khawatir berlebihan. Namun tetap diimbau untuk waspada dan menerapkan langkah pencegahan,” ujar Chico dalam keterangannya, Kamis (19/3).

        Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih, minimal 8–10 gelas per hari, serta menghindari minuman berkafein dan beralkohol yang dapat mempercepat dehidrasi.

        Selain itu, aktivitas di luar ruangan disarankan dibatasi terutama pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB saat suhu berada di puncaknya. Jika harus beraktivitas, warga diminta menggunakan pelindung seperti topi, payung, pakaian longgar berwarna terang, kacamata hitam, serta tabir surya.

        Kelompok rentan seperti lansia, balita, pekerja lapangan, dan penderita penyakit kronis juga diminta mendapatkan perhatian lebih agar tetap berada di tempat teduh dan sejuk.

        Masyarakat juga diimbau mengenali gejala bahaya akibat panas, seperti pusing berat, mual, muntah, lemas ekstrem, kulit kering dan panas, hingga kejang. Jika mengalami gejala tersebut, warga diminta segera menuju fasilitas kesehatan atau menghubungi layanan darurat 112.

        Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, Pemprov DKI telah menginstruksikan BPBD, Dinas Kesehatan, serta jajaran pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW untuk meningkatkan sosialisasi dan memantau kondisi kesehatan warga melalui Puskesmas dan Posyandu.

        Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan BMKG guna memantau perkembangan cuaca dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

        "Kami terus memantau perkembangan cuaca agar langkah antisipasi dapat disesuaikan dengan cepat,” kata Chico.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: