Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Setop Pakai Solar di Pembangkit Listrik Bisa Hemat Anggaran Rp25 Triliun

        Setop Pakai Solar di Pembangkit Listrik Bisa Hemat Anggaran Rp25 Triliun Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan penghapusan pembangkit listrik berbasis diesel (PLTD) dapat menghasilkan penghematan besar dari sisi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

        Berdasarkan kajian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi penghematan tersebut bisa mencapai puluhan triliun.

        "Untuk diesel-diesel kalau ini diganti semua, dihentikan, ini paling tidak dari penghematan harga BBM-nya saja, solarnya saja, itu sudah mencapai Rp25 triliun," kata Brian di Istana, Jakarta, dikutip Jumat (20/3/2026).

        Menurut Brian, jika elektrifikasi juga diterapkan secara luas di sektor transportasi melalui penggunaan motor listrik, serta di sektor rumah tangga melalui konversi ke kompor listrik, potensi penghematannya diyakini akan jauh lebih besar.

        Baca Juga: ESDM Petakan 30 Lebih Lokasi De-dieselisasi 2026, Ada Enggano Hingga Nias

        "Belum lagi kalau motor listrik dan kompor listrik ini diganti, itu juga sangat besar (penghematannya)," imbuh dia.

        Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta dirinya agar mengerahkan kekuatan akademik mulai dari perguruan tinggi, pakar, hingga guru besar untuk merumuskan berbagai alternatif penghematan, khususnya dalam menekan konsumsi BBM.

        "Karena kita memiliki banyak kampus, pakar-pakar, guru besar, itu kita diminta mengkaji bagaimana kemungkinan-kemungkinan untuk bisa dilakukan efisiensi ya, penghematan," kata Brian dia.

        Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan Stok Energi Aman Jelang Mudik, Solar Justru Turun 27 Persen

        Ia menekankan, tingginya harga minyak dunia membuat Indonesia tidak boleh lengah. Sehingga diperlukan kajian-kajian mencakup upaya pengurangan konsumsi BBM impor, termasuk solar, bensin, hingga gas seperti LPG untuk kebutuhan rumah tangga.

        "Jadi kita mencari alternatif-alternatif. Nah ini kita teman-teman perguruan tinggi diminta untuk melakukan kajian, penelitian, sehingga bagaimana strategi implementasi itu bisa dilakukan segara," jelas dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: