Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kadin Soroti Dampak Gejolak Timur Tengah ke Dunia Usaha

        Kadin Soroti Dampak Gejolak Timur Tengah ke Dunia Usaha Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai bahwa gejolak geopolitik di Timur Tengah berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap dunia usaha terutama melalui kenaikan harga energi.

        Menurutnya, kondisi global yang tidak stabil harus menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperkuat fundamental bisnis khususnya menjaga cash flow dan meningkatkan efisiensi operasional.

        “Secara umum, suatu gonjang-ganjing yang begini besar di Timur Tengah harus menjadi suatu kesempatan untuk kita reformasi di dalam perusahaan masing-masing,” ujarnya dalam acara Open House Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Widya Candra III, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/3/2026).

        Dengan adanya kenaikan energi, katanya, menjadi salah satu risiko utama yang perlu diantisipasi mengingat energi adalah komponen penting dalam proses industrialisasi. Ia menilai, kondisi tersebut dapat menekan biaya produksi dan memengaruhi kinerja perusahaan jika tidak dikelola dengan baik.

        “Karena energi ini kan pasti harganya naik. Kalau energi naik dan itu menjadi suatu bahan baku untuk industrialisasi, sehingga yang paling penting ialah untuk menjaga cash flow perusahaan kalau ada kenaikan sementara tetap bisa survive,” kata Anindya.

        Untuk menghadapi situasi tersebut, Kadin mendorong para pelaku usaha dari segala tingkat untuk fokus pada langkah efisiensi sebagai respons jangka pendek terhadap ketidakpastian global.

        “Jadi teman-teman di Kadin, baik di Kadin daerah dan asosiasi itu fokus dalam bidang efisiensi,” ujarnya.

        Anin menilai, transformasi bisnis dalam jangka menengah hingga panjang dengan mengarahkan perusahaan pada sektor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi penting untuk dilakukan untuk meningkatkan ketahanan terhadap gangguan rantai pasok global.

        “Karena artinya kan kita harus ada di suatu bisnis yang mempunyai nilai tambah supaya tidak mudah terkena gonjang-ganjing dari global supply chain,” katanya.

        Untuk merespons polemik global yang dinamis, Kadin menekankan koordinasi antara dunia usaha dan pemerintah perlu ditekankan. 

        “Tapi secara umum nomor satu kita tentu bekerja sama dengan pemerintah melihat opsi-opsinya, dan yang kedua adalah melakukan efisiensi untuk sementara ini sambil kita lihat perkembangan di Timur Tengah,” ujar Anindya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: