Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia-Prancis Business Council: Menandai Lahirnya Poros Baru Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Oleh: Teguh Anantawikrama, Founder and Chairman of the Indonesian Tourism Investor Club and Vice Chairman of the Indonesian Chamber of Commerce

Indonesia-Prancis Business Council: Menandai Lahirnya Poros Baru Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dunia saat ini sedang memasuki fase yang sangat berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok semakin intensif. Konflik Rusia–Ukraina telah mengubah peta energi global. Ketegangan di Timur Tengah menciptakan tekanan baru terhadap rantai pasok dunia. Pada saat yang sama, negara-negara Eropa mulai melakukan diversifikasi mitra ekonomi dan industri untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan tertentu.

Dalam situasi tersebut, negara-negara menengah (middle powers) seperti Indonesia semakin mendapatkan perhatian strategis. Indonesia tidak lagi hanya dilihat sebagai pasar besar dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, tetapi juga sebagai pusat stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Tidak mengherankan apabila hubungan Indonesia dan Prancis memasuki babak baru yang jauh lebih strategis. Pada tahun 2025, kedua negara memperingati 75 tahun hubungan diplomatik dengan berbagai kesepakatan di bidang ekonomi, pertahanan, teknologi, pendidikan, energi, dan budaya. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron bahkan menyepakati Joint Vision 2050 yang menjadi fondasi hubungan jangka panjang kedua negara.

Dari sisi ekonomi, hubungan Indonesia–Prancis menunjukkan tren yang sangat positif. Nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2024 mencapai sekitar USD2,4 miliar dengan pertumbuhan yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Indonesia mengekspor berbagai produk manufaktur seperti alas kaki, tekstil, produk karet, serta komoditas bernilai tambah lainnya ke Prancis. Sementara itu, Prancis menjadi pemasok teknologi tinggi, farmasi, aviasi, dan berbagai produk industri strategis bagi Indonesia.

Lebih jauh lagi, lebih dari 200 perusahaan Prancis saat ini beroperasi di Indonesia dan mempekerjakan sekitar 54.000 tenaga kerja. Kontribusi perusahaan-perusahaan tersebut terhadap perekonomian Indonesia mencapai sekitar €5 miliar per tahun. Prancis juga menjadi salah satu investor terbesar Eropa di Indonesia, terutama pada sektor energi, transportasi, teknologi, infrastruktur, dan industri hijau.

Potensi ke depan bahkan jauh lebih besar. Indonesia memiliki cadangan mineral strategis dunia seperti nikel, bauksit, dan tembaga yang sangat dibutuhkan untuk transisi energi global. Sementara itu, Prancis merupakan salah satu pemimpin dunia dalam teknologi energi, transportasi, manufaktur maju, pertahanan, dan inovasi industri. Kolaborasi kedua negara dapat menjadi fondasi bagi pembangunan rantai pasok strategis baru yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kita juga melihat perubahan besar dalam pola investasi global. Perusahaan-perusahaan multinasional kini tidak lagi hanya mencari biaya produksi murah. Mereka mencari negara yang stabil, memiliki kepastian hukum, populasi produktif, keamanan yang terjaga, serta posisi geopolitik yang netral dan konstruktif.

Indonesia memiliki seluruh elemen tersebut.

Di tengah perlambatan ekonomi sejumlah negara besar, Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen. Indonesia juga mencatat arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) lebih dari USD24 miliar pada 2024 dengan total stok investasi asing mencapai lebih dari USD305 miliar.

Lebih penting lagi, Indonesia mampu menjaga stabilitas politik dan sosial ketika banyak kawasan dunia menghadapi polarisasi yang semakin tajam. Posisi Indonesia yang aktif dalam G20, ASEAN, BRICS, serta berbagai forum internasional lainnya menunjukkan bahwa Indonesia semakin diterima sebagai bridge builder antara negara maju dan berkembang.

Karena itu, pembentukan Indonesia–France Business Council memiliki makna yang jauh melampaui hubungan bilateral semata.

Ini adalah sinyal bahwa komunitas bisnis global mulai melihat Indonesia sebagai salah satu jangkar baru dunia (new global anchor). Sebuah negara yang mampu menjadi titik temu antara Timur dan Barat, antara negara maju dan berkembang, serta antara kepentingan ekonomi dan stabilitas keamanan.

Dalam bidang pertahanan dan keamanan, Indonesia menjadi mitra strategis penting bagi Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Dalam bidang ekonomi, Indonesia menawarkan kombinasi langka antara pasar domestik yang besar, sumber daya alam strategis, bonus demografi, serta stabilitas politik yang relatif kuat.

Ketika dunia menghadapi fragmentasi geopolitik, deglobalization parsial, dan ketidakpastian ekonomi yang semakin tinggi, kebutuhan terhadap negara-negara yang mampu menjaga keseimbangan akan semakin besar.

Indonesia berada pada posisi tersebut.

Karena itu, kerja sama antara Kadin Indonesia dan kalangan pengusaha Prancis harus dilihat sebagai langkah strategis untuk membangun masa depan bersama. Bukan hanya memperbesar perdagangan dan investasi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru yang lebih resilien, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan.

Di tengah dunia yang terus berubah, Indonesia tidak lagi hanya menjadi bagian dari percaturan global.

Indonesia mulai menjadi salah satu penentu arah perubahannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri