Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di WhatsApp, Bisa Bahaya!

        10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di WhatsApp, Bisa Bahaya! Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aplikasi WhatsApp telah menjadi salah satu platform komunikasi paling populer di dunia. Namun di balik kemudahannya, ada berbagai risiko keamanan jika pengguna tidak berhati-hati saat menggunakan aplikasi ini.

        Banyak kasus penipuan, pembajakan akun, hingga pencurian data yang berawal dari kesalahan sederhana saat menggunakan WhatsApp. Karena itu, penting mengetahui hal yang tidak boleh dilakukan di WhatsApp agar akun tetap aman dan privasi terjaga.

        Kenapa WhatsApp Bisa Jadi Berbahaya Kalau Salah Pakai?

        Meski WhatsApp memiliki sistem keamanan seperti enkripsi end-to-end, ancaman tetap bisa muncul dari kelalaian pengguna.

        Risiko akun dibajak

        Salah satu risiko terbesar adalah akun WhatsApp dibajak oleh pihak tidak bertanggung jawab. Biasanya hal ini terjadi ketika pengguna tanpa sadar memberikan kode OTP atau login ke perangkat yang tidak dikenal.

        Jika akun sudah dibajak, pelaku bisa menggunakan akun tersebut untuk menipu kontak lain.

        Risiko data bocor dan ditipu

        Selain pembajakan akun, data pribadi seperti nomor telepon, alamat, hingga foto juga bisa disalahgunakan. Banyak kasus penipuan digital yang bermula dari informasi pribadi yang dibagikan di WhatsApp.

        10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di WhatsApp

        Agar akun tetap aman, berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat menggunakan WhatsApp.

        1) Klik link mencurigakan sembarangan

        Link yang dikirim melalui chat sering digunakan untuk phishing. Jika tidak berhati-hati, pengguna bisa diarahkan ke situs palsu yang mencuri data pribadi.

        2) Bagikan kode OTP ke siapa pun

        Kode OTP adalah kunci login akun WhatsApp. Jangan pernah memberikan kode ini kepada siapa pun, bahkan jika mereka mengaku dari pihak WhatsApp atau teman.

        3) Install WhatsApp MOD/aplikasi tidak resmi

        Aplikasi WhatsApp MOD yang beredar di internet memang menawarkan fitur tambahan. Namun aplikasi ini tidak resmi dan berpotensi mengandung malware yang bisa mencuri data pengguna.

        4) Sembarangan share lokasi real-time

        Fitur lokasi real-time memang berguna, tetapi jangan dibagikan ke orang yang tidak dikenal. Informasi lokasi dapat dimanfaatkan untuk melacak aktivitas pengguna.

        5) Simpan file APK dari chat tanpa cek keamanan

        File APK yang dikirim lewat chat bisa saja berisi virus atau malware. Sebaiknya hindari menginstal aplikasi dari sumber yang tidak jelas.

        6) Terima panggilan dari nomor asing tanpa verifikasi

        Panggilan dari nomor asing terkadang digunakan untuk penipuan atau rekayasa sosial. Pastikan mengetahui identitas penelepon sebelum melanjutkan percakapan.

        7) Share data pribadi di grup publik

        Grup WhatsApp yang berisi banyak orang tidak selalu aman. Hindari membagikan informasi sensitif seperti alamat rumah, nomor rekening, atau data pribadi lainnya.

        8) Forward pesan hoaks tanpa cek fakta

        Menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya bisa menimbulkan kepanikan atau misinformasi. Selalu cek sumber informasi sebelum meneruskannya.

        9) Login WhatsApp Web di perangkat umum

        Menggunakan WhatsApp Web di komputer umum sangat berisiko jika lupa logout. Orang lain bisa saja mengakses chat pribadi tanpa sepengetahuan pemilik akun.

        10) Abaikan perangkat tertaut yang tidak dikenal

        WhatsApp memiliki fitur perangkat tertaut (linked devices). Jika ada perangkat yang tidak dikenali, segera logout untuk mencegah penyalahgunaan akun.

        Cara Mengamankan WhatsApp Setelah Terlanjur Melakukan Kesalahan

        Jika merasa pernah melakukan salah satu kesalahan di atas, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengamankan akun.

        Logout perangkat tertaut

        Buka menu perangkat tertaut di WhatsApp dan periksa daftar perangkat yang terhubung. Jika ada perangkat mencurigakan, segera logout dari semua perangkat tersebut.

        Aktifkan verifikasi dua langkah

        Verifikasi dua langkah menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun. Fitur ini akan meminta PIN tambahan saat seseorang mencoba login ke akun WhatsApp.

        Ganti PIN dan amankan email

        Jika sudah mengaktifkan verifikasi dua langkah, pastikan menggunakan PIN yang kuat. Selain itu, pastikan email yang terhubung dengan akun WhatsApp juga aman.

        FAQ Keamanan WhatsApp

        Apakah WhatsApp bisa diretas?

        Secara teknis WhatsApp memiliki sistem keamanan yang kuat. Namun akun bisa dibajak jika pengguna tidak sengaja membagikan kode OTP atau mengklik link phishing.

        Bagaimana cara cek WA dibajak?

        Baca Juga: WhatsApp Bisa di Laptop! Ini Cara Install di Windows dan Mac

        Beberapa tanda akun WhatsApp dibajak antara lain muncul perangkat tertaut yang tidak dikenal, pesan terkirim tanpa sepengetahuan pengguna, atau tiba-tiba logout dari aplikasi.

        Dengan mengetahui berbagai hal yang tidak boleh dilakukan di WhatsApp, pengguna bisa menghindari risiko pembajakan akun maupun penipuan digital. Gunakan WhatsApp secara bijak agar komunikasi tetap aman dan nyaman.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: