Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Konsumsi Batu Bara Vale Naik 13% di 2025

        Konsumsi Batu Bara Vale Naik 13% di 2025 Kredit Foto: Reuters/Washington Alves
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat peningkatan konsumsi batu bara sepanjang 2025 seiring stabilnya aktivitas produksi nikel perusahaan di tengah dinamika harga komoditas global.

        Berdasarkan laporan kinerja yang dirilis kepada media pada 16 Maret 2026, konsumsi batu bara PT Vale mencapai 507.236 ton pada 2025, meningkat sekitar 13% dibandingkan 448.972 ton pada 2024. Peningkatan ini terjadi seiring aktivitas operasional yang tetap terjaga sepanjang tahun.

        Sejalan dengan itu, produksi nikel dalam matte PT Vale tercatat sebesar 72.027 ton pada 2025, meningkat dibandingkan 71.311 ton pada tahun sebelumnya. Kenaikan produksi tersebut turut mendorong kebutuhan energi yang lebih tinggi, termasuk penggunaan batu bara dalam proses produksi.

        Meski konsumsi meningkat, tekanan biaya energi relatif terkendali seiring penurunan harga batu bara. Sepanjang 2025, harga rata-rata batu bara tercatat sebesar US$136,44 per ton, turun signifikan dari US$180,68 per ton pada tahun sebelumnya.

        Secara kuartalan, konsumsi batu bara pada kuartal keempat 2025 tercatat sebesar 128.263 ton, turun dibandingkan 133.664 ton pada kuartal sebelumnya, seiring dimulainya pembangunan kembali Furnace 3 pada November 2025.

        Baca Juga: Tutup 2025, Vale (INCO) Catat Lonjakan Laba 31,6% di Tengah Tekanan Harga Nikel

        Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh

        Di tengah dinamika harga komoditas, PT Vale tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$990,2 juta, meningkat 4% dibandingkan US$950,4 juta pada 2024.

        Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$76,1 juta pada 2025, meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang oleh volume produksi yang stabil serta disiplin biaya operasional.

        Selain itu, PT Vale juga berhasil menjaga biaya kas penjualan tetap kompetitif di level US$9.339 per ton pada 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan US$9.374 per ton pada tahun sebelumnya, meskipun perusahaan melakukan pemeliharaan besar pada salah satu furnace.

        Di tengah pelemahan harga nikel, PT Vale mencatat harga realisasi rata-rata nikel matte sebesar US$12.157 per ton pada 2025, turun 7% dibandingkan US$13.086 per ton pada 2024.

        Meski demikian, efisiensi biaya energi dan stabilitas produksi membantu perusahaan menjaga kinerja keuangan tetap tumbuh sepanjang 2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: