Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban Tantangan Listrik, Internet, dan Urbanisasi

        Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban Tantangan Listrik, Internet, dan Urbanisasi Kredit Foto: Syarikat Islam
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih hadir sebagai solusi nyata untuk mengatasi keterbatasan akses listrik dan internet di desa. Program ini sekaligus berperan dalam menekan arus urbanisasi dengan menciptakan ekosistem usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

        Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, mengungkapkan bahwa dalam persiapan Kopdes Merah Putih, pihaknya menemukan ribuan desa yang masih belum memiliki akses listrik dan internet yang memadai.

        Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkoordinasi dengan PLN dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala kecil, serta bekerja sama dengan Kominfo dan Telkom guna mendukung digitalisasi koperasi di daerah terpencil.

        Ini disampaikan Menkop dalam acara Silaturahmi dan Ifthar Jama’i Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

        “Kita tidak ingin anak muda desa terus lari ke kota (urbanisasi). Dengan adanya Koperasi Desa ini, kita ciptakan ekosistem usaha di desa agar ada pertumbuhan ekonomi lokal dan lapangan kerja baru,” tambahnya, dikutip dari siaran pers Kemenkop, Rabu (25/3).

        Kemenkop juga mendorong koperasi besar yang sudah mapan, seperti Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri dan lainnya yang telah memiliki aset triliunan rupiah, untuk menjadi "kakak asuh" bagi Koperasi Desa yang baru terbentuk. Sinergi ini diharapkan dapat mentransfer pengetahuan praktis dalam pengelolaan bisnis profesional.

        Baca Juga: Indonesia Dorong Reformasi WTO: Konsensus dan Perlakuan Khusus Jadi Kunci

        Menutup sambutannya, Menkop Ferry mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi seperti DDII dan pelaku UMKM, untuk mulai memproduksi barang kebutuhan sendiri—seperti kecap, saos, hingga roti—untuk dipasarkan melalui jaringan gerai Koperasi Desa.

        "Ini adalah revolusi ekonomi yang sedang berlangsung. Kita ubah mindset, kita bangun industrinya dari desa, untuk Indonesia yang lebih adil dan berdaulat," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: