Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Terjadi Saat Salat Isya, Ini Kronologi Gugurnya Praka Farizal dalam Misi UNIFIL di Lebanon

        Terjadi Saat Salat Isya, Ini Kronologi Gugurnya Praka Farizal dalam Misi UNIFIL di Lebanon Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Seorang prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, gugur saat menjalankan ibadah salat Isya di wilayah penugasan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon Selatan. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

        Insiden berlangsung pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 20.44 waktu setempat di Kota Adshit Al-Qusyar, yang menjadi area penempatan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Saat itu, Praka Farizal tengah berada di fasilitas ibadah di sekitar pos kontingen Indonesia.

        Serangan artileri dilaporkan jatuh di dekat lokasi tersebut dan menghantam area sekitar tempat ibadah. Dalam kondisi tersebut, almarhum tidak sempat menyelamatkan diri dan dinyatakan gugur di lokasi kejadian.

        Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, menjelaskan bahwa serangan terjadi saat almarhum sedang menjalankan ibadah.

        "Pada saat Praka Farizal sedang melaksanakan salat Isya, ada artileri yang jatuh di samping masjid," ujarnya dikutip dari ANTARA.

        Praka Farizal merupakan anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S. Ia telah bertugas dalam misi UNIFIL sejak April 2025.

        Selama berdinas, almarhum dikenal sebagai prajurit yang disiplin dan memiliki dedikasi tinggi.

        “Semasa dinas almarhum dikenal sangat rajin beribadah. Orangnya ramah, loyalitas sangat tinggi kepada atasan,” kata Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Kolonel Inf T Mustafa Kamal.

        Ia diketahui hampir menyelesaikan masa tugasnya di Lebanon dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Mei 2026. Namun, tugas tersebut berakhir lebih cepat akibat insiden serangan yang terjadi.

        Selain Praka Farizal, tiga prajurit TNI lainnya turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan dan saat ini menjalani perawatan medis.

        Pihak TNI menyatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur, termasuk evakuasi bagi korban luka berat ke fasilitas kesehatan lanjutan.

        Saat ini, jenazah Praka Farizal disemayamkan di markas sektor timur UNIFIL dan tengah menjalani proses administrasi untuk pemulangan ke Indonesia dengan bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut.

        Hingga kini, penyebab pasti serangan masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan pelaku serta latar belakang insiden tersebut di tengah meningkatnya intensitas konflik di wilayah Lebanon Selatan.

        Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, China Kutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

        Kepergian Praka Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, serta seorang anak berusia dua tahun yang berdomisili di Aceh.

        Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas pasukan perdamaian tetap memiliki risiko tinggi, meskipun berada dalam kerangka misi internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: