Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral Menu MBG Dibungkus Kresek, Standar Program Dipertanyakan

        Viral Menu MBG Dibungkus Kresek, Standar Program Dipertanyakan Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai sorotan setelah makanan untuk balita dan ibu hamil dibagikan menggunakan kantong plastik kresek. Temuan ini viral di media sosial dan memicu pertanyaan publik terkait standar distribusi program tersebut.

        Menanggapi hal itu, Satuan Tugas MBG Sampang bersama Badan Gizi Nasional langsung turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran. Langkah ini diambil guna memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus merespons keresahan masyarakat.

        Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, mengatakan tim telah mendatangi langsung penerima manfaat di Desa Robatal.

        “Hari ini tim Satgas MBG Sampang turun langsung ke lapangan, menemui warga penerima manfaat di Desa Robatal untuk melakukan konfirmasi secara langsung,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

        Ia menegaskan bahwa distribusi makanan dalam program MBG harus mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan. Salah satu ketentuannya adalah penggunaan wadah khusus untuk menjaga kualitas makanan.

        “Penyajian menu harus menggunakan ompreng,” kata Sudarmanto. Menurutnya, aturan ini penting untuk memastikan kandungan gizi tetap seimbang serta suhu makanan terjaga.

        Ia juga mengakui makanan bisa saja dipindahkan dari wadah awal. Namun, proses tersebut tetap harus dilakukan dengan memperhatikan standar yang berlaku.

        “Bisa saja makanan itu dipindah, tapi harus ke tempat makan penerima manfaat,” katanya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan adanya prosedur yang harus dipatuhi dalam distribusi.

        Selain melakukan konfirmasi ke warga, tim juga memanggil pihak penyedia layanan distribusi untuk dimintai klarifikasi. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut belum diumumkan ke publik.

        “Nanti akan kami sampaikan, karena temuan adanya menu MBG yang diwadahi tas kresek tersebut masih dalam pembahasan lebih lanjut,” ujar Sudarmanto.

        Kasus ini mencuat setelah video distribusi makanan di Desa Robatal viral di media sosial. Dalam video tersebut, makanan terlihat dibagikan menggunakan berbagai wadah yang tidak sesuai standar, mulai dari kresek hingga nampan plastik.

        Baca Juga: Sebanyak 1.256 SPPG Disuspend, Ahli Dorong Sistem Cold Chain untuk MBG

        Menu yang diberikan sebenarnya mencakup unsur gizi seperti nasi, ayam, sayuran, tahu, dan buah. Namun cara penyajiannya justru memicu kritik karena dinilai tidak mencerminkan standar program bergizi.

        Selain di Robatal, temuan serupa juga muncul di wilayah lain di Sampang. Makanan program MBG dilaporkan dibungkus menggunakan kertas, yang kembali memicu sorotan publik.

        Peristiwa ini membuka pertanyaan lebih luas soal pengawasan program di lapangan. Publik kini menunggu hasil investigasi pemerintah untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran sistematis atau hanya kesalahan teknis.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: