Fasilitas Sipil Mulai Dibidik, Amerika Serikat Berikan Ultimatum ke Iran
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat mengancam akan menargetkan sejumlah infrastruktur penting, termasuk pembangkit listrik hingga jembatan dari Iran. Hal ini menyusul perang kedua negara yang telah menyebabkan gangguan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan akan ada aksi besar yang menyasar infrastruktur vital dari negara itu jika mereka tetap menutup jalur pelayaran dari Selat Hormuz. Ia bahkan menetapkan tenggat waktu yang jelas, yakni Selasa 20.00 (Eastern Time).
"Selasa akan menjadi hari pembangkit listrik dan hari jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!" kata Trump dalam Truth Social.
Namun Gedung Putih hingga kini belum memberikan konfirmasi apakah pernyataan tersebut menandakan waktu pelaksanaan serangan militer terhadap Iran. Trump sendiri belum memberikan detil lebih lanjut mengenai ancamannya itu.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan serangan agresif dalam dua hingga tiga minggu ke depan, sembari mengklaim bahwa tujuan strategis utama dalam perang hampir tercapai di Iran.
Israel juga dilaporkan tengah mempersiapkan serangan terhadap fasilitas energi milik dari Iran. Tel Aviv menyebutkan bahwa serangan tersebut kemungkinan akan terjadi dalam waktu satu pekan ke depan, tergantung pada keputusan dari Amerika Serikat.
Sementara Islamic Revolutionary Guard Corps memperingatkan bahwa jika fasilitas sipilnya diserang, maka pihaknya tidak akan segan menyerang balik infrastruktur yang memiliki keterkaitan dengan ekonomi dari Amerika Serikat.
Iran diketahui telah secara efektif menutup Selat Hormuz. Hal tersebut menyusul konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel. Lebih dari sebulan jalur yang merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global itu terganggu akibat perang di Timur Tengah.
Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dunia. Hal ini memicu krisis ekonomi dalam berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Hujan Kritik, Trump Disebut Campurkan Agama dengan Perang Iran-Amerika Serikat
Baca Juga: Dibongkar Bos Telegram, Inilah Penyebab Gangguan Sistem Pembayaran Massal di Rusia
Peringatan Iran dan Amerika Serikat menandakan risiko eskalasi konflik yang semakin besar, terutama jika ancaman terhadap infrastruktur benar-benar direalisasikan. Situasi ini menempatkan kawasan dalam kondisi sangat tegang, dengan potensi dampak luas terhadap stabilitas global dan pasar energi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: