- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
RMKE Gandeng Glencore, Bidik Penjualan Batubara 3,8 Juta Ton pada 2026
Kredit Foto: RMKE
PT RMK Energy Tbk (RMKE) memperkuat kerja sama strategis dengan perusahaan komoditas global Glencore guna mendukung target penjualan batubara sebesar 3,8 juta ton pada 2026. Kesepakatan jual beli batubara tersebut diharapkan memperkuat kontribusi segmen perdagangan batubara terhadap kinerja perseroan di tengah upaya memperluas pasar dan meningkatkan volume penjualan.
Direktur Utama PT RMK Energy Tbk Vincent Saputra mengatakan kerja sama dengan Glencore menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan bisnis penjualan batubara RMKE pada tahun ini.
“Pada tahun 2026, dengan infrastruktur yang telah terintegrasi dengan baik dan bertambahnya klien-klien baru dari segmen penjualan, RMKE menargetkan untuk menjual total 3,8 juta ton batubara,” kata Vincent.
Realisasi kerja sama tersebut mulai terlihat pada kuartal I-2026. Hingga Maret 2026, Glencore tercatat menyumbang 21,14% terhadap total pendapatan penjualan batubara RMKE.
Kontribusi tersebut mencerminkan meningkatnya peran mitra internasional dalam mendukung pertumbuhan lini perdagangan batubara perseroan, yang selama ini melengkapi bisnis utama RMKE di bidang jasa logistik batubara terintegrasi.
RMKE menilai kesiapan infrastruktur logistik yang telah terintegrasi menjadi salah satu modal utama untuk mendukung peningkatan volume perdagangan batubara. Infrastruktur tersebut memungkinkan proses pengangkutan dan pengiriman berjalan lebih efisien sehingga dapat mendukung pengembangan basis pelanggan baru.
Menurut Vincent, integrasi logistik dari hulu hingga hilir juga menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi biaya distribusi energi.
Baca Juga: Butuh Dana Jumbo, ENRG Lepas 13,28 Miliar Saham Baru Lewat Rights Issue
Baca Juga: IHSG Melonjak 2,5% Balik ke Level 6.033, 645 Saham Berakhir di Zona Hijau
“Dengan integrasi logistik dari hulu hingga ke hilir, RMKE dapat mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan energi dengan biaya logistik yang kompetitif. Kami meyakini bahwa biaya logistik yang efisien akan sangat mendukung kebijakan sektor energi pemerintah saat ini, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Vincent.
Ke depan, perseroan menyatakan akan terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra guna memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perdagangan batubara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: