Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dinilai Provokatif dan Sensitif, Pemprov DKI Copot Baliho Film 'Aku Harus Mati'

        Dinilai Provokatif dan Sensitif, Pemprov DKI Copot Baliho Film 'Aku Harus Mati' Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons cepat keluhan masyarakat dengan menertibkan baliho promosi film horor berjudul 'Aku Harus Mati'.

        Langkah tegas ini diambil lantaran pesan dalam kampanye film tersebut dinilai terlalu sensitif dan berpotensi mengganggu kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak yang melintas di area publik.

        Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa baliho kontroversial tersebut telah diturunkan. Ia menjelaskan, tindakan ini merupakan tindak lanjut dari laporan detail jajaran staf khusus dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta. 

        "Di lapangan, kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta, Satpol PP, dan termasuk biro iklan. Baliho tersebut sudah kami turunkan," ujar Pramono, Senin (6/4/2026).

        Pramono sangat menyayangkan adanya pihak yang menggunakan strategi promosi provokatif sekadar untuk memancing perhatian publik, namun abai terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.

        Ia memberikan peringatan keras agar strategi marketing yang membahayakan psikologis masyarakat tidak lagi digunakan.

        "Prinsipnya, hal ini tidak boleh terulang kembali. Yang seperti ini, sekadar memasang iklan sensitif hanya untuk menarik perhatian publik padahal berdampak buruk bagi masyarakat, tidak boleh terulang lagi," tegasnya.

        Sebagai informasi, eksekusi pencopotan baliho telah dilakukan oleh tim gabungan dari Diskominfotik DKI Jakarta, Satpol PP, bersama pihak biro iklan terkait.

        Adapun penertiban difokuskan pada tiga titik lokasi, yakni di Jalan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Jembatan Gantung Jalan Daan Mogot serta Pos Polisi Perempatan Harmoni, Jakarta Pusat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: