Nyaris Gagal hingga Terjebak, Detik-detik Penyelamatan Pilot Amerika Serikat di Iran
Kredit Foto: US Army Photo/Carrie David Campbell
Amerika Serikat mengungkap detail dramatis operasi penyelamatan seorang awak pesawat tempur yang jatuh di Iran. Misi tersebut rupanya tidak berlangsung nyaris sempurna, bahkan nyaris gagal hingga hampir menjebak pasukan di belakang garis musuh.
Dikutip dari Reuters, Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) sebelumnya menjalankan operasi disinformasi dengan menyebarkan informasi palsu terkait lokasi korban untuk mengecoh Iran.
Baca Juga: Iran Sebut Trump Dikelabui Netanyahu, Amerika Serikat Bakal 'Dibawa' ke Neraka
Militer Washington di sisi lain melakukan gangguan elektronik dan serangan terhadap jalur akses di sekitar lokasi guna mencegah pihak musuh mendekat.
Amerika Serikat selanjutnya mengirimkan pasukan khusus untuk menyusup ke Iran. Dalam kegelapan malam, pasukan tersebut dipaksa untuk mendaki pegunungan demi mengevakuasi seorang spesialis sistem senjata yang terdampar akibat pesawatnya jatuh ditembak oleh Teheran.
Namun operasi tersebut sempat mengalami kendala. Dua MC-130 yang membawa sekitar seratus pasukan khusus mengalami kerusakan dan tidak dapat lepas landas. Situasi ini menciptakan risiko besar, di mana pasukan elite tersebut terancam terjebak di Iran.
Komandan lapangan kemudian mengambil keputusan berisiko tinggi dengan memerintahkan pengiriman pesawat tambahan untuk mengevakuasi pasukan secara bertahap. Keputusan tersebut akhirnya berhasil. Seluruh pasukan dan korban berhasil dievakuasi dalam beberapa gelombang.
“Jika ada momen paling menegangkan, itu adalah saat tersebut,” ujar seorang pejabat dari Amerika Serikat.
Amerika Serikat juga melakukan pencegahan jatuhnya teknologi sensitif mereka ke Iran. Washington diketahui menghacurkan dua pesawat yang rusak tersebut serta empat helikopter tambahan di dalam wilayah dari Iran.
Adapun awak yang diselamatkan merupakan bagian dari kru jet tempur dari F-15E Strike Eagle. Ia sebelumnya ditembak jatuh di Isfahan. Kedua kru sempat melontarkan diri secara terpisah.
Pilot yang diselamatkan diketahui mengalami cedera ringan dan bersembunyi di celah bebatuan di puncak bukit sekitar wilayah dari Iran. Ia kemudian berhasil menghubungi rekannya dan melakukan verifikasi identitas untuk memastikan operasi penyelamatan tidak menjadi jebakan. Ia sendiri dilatih dalam teknik dari Survival, Evasion, Resistance and Escape (SERE).
Operasi penyelamatan sendiri tidak berlangsung tanpa hambatan. Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps memberikan perlawanan sengit, termasuk menembaki dua helikopter dari Black Hawk. Meski demikian, kedua helikopter berhasil keluar dari wilayah udara dari Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pejabatnya menggambarkan operasi penyelamatan yang baru-baru ini terjadi sebagai keajaiban dari Paskah. Ia menyatakan bahwa keberhasilan misi tersebut merupakan bentuk intervensi ilahi.
"Penyelamatan itu adalah Mukjizat Paskah," kata Trump.
Baca Juga: Fasilitas Sipil Mulai Dibidik, Amerika Serikat Berikan Ultimatum ke Iran
Perang Iran dan Amerika Serikat sendiri telah berlangsung lebih dari sebulan. Washington diketahui telah kehilangan tiga belas personel dari perang tersebut. 300 lainnya diketahui mengalami luka-luka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: