Pemerintah Siapkan Bantalan Fiskal Rp420 Triliun Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah masih memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SAL) sebesar Rp 420 triliun. Cadangan dana ini disiapkan sebagai bantalan ekonomi untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia.
Saldo uang pemerintah tersebut saat ini disimpan dalam dua mekanisme penempatan yang berbeda. Selain itu, sebesar Rp 120 triliun dari total saldo tersebut masih tersimpan di Bank Indonesia (BI).
“Masih Rp 420 triliun saldo pemerintah,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senin (6/4/2026). Di samping itu, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp 300 triliun ke sejumlah bank Himbara serta bank daerah.
Penempatan dana ke perbankan bertujuan untuk mendorong aktivitas sektor riil di seluruh wilayah Indonesia. Terlebih lagi, tambahan sebesar Rp 100 triliun baru saja dikucurkan sesaat sebelum periode lebaran 2026.
Pemerintah optimistis cadangan anggaran tersebut cukup untuk menghadapi skenario harga minyak hingga 150 dolar AS per barel. Selain itu, manajemen kas diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu ketersediaan suplai uang di pasar.
Defisit APBN diproyeksikan tetap terjaga di bawah ambang batas 3 persen hingga akhir tahun ini. Di samping itu, asumsi harga minyak rata-rata sebesar 100 dolar AS per barel akan menempatkan defisit pada angka 2,92 persen.
Pemerintah juga berencana menggelontorkan tambahan dana sebesar Rp 100 triliun untuk sektor subsidi energi. Terlebih lagi, langkah ini diambil guna memastikan harga BBM bersubsidi dan LPG 3 kg tidak mengalami kenaikan.
Kebijakan penghematan akan terus dilakukan pada pos-pos anggaran yang tidak berdampak langsung ke ekonomi. Selain itu, anggaran yang mendorong pertumbuhan ekonomi dipastikan tidak akan mengalami pengurangan atau pemotongan.
Purbaya menegaskan bahwa perhitungan kompensasi dan efisiensi telah dilakukan secara matang melalui berbagai skenario. Di samping itu, masuknya penerimaan pajak baru diprediksi akan terus memperkuat posisi kas negara ke depan.
Ketahanan fiskal nasional dinilai cukup tangguh dalam menghadapi ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Dengan demikian, pemerintah menjamin ketersediaan stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: