Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Update Perang Iran, Amerika Serikat Akan Amankan Lalu Lintas di Selat Hormuz

        Update Perang Iran, Amerika Serikat Akan Amankan Lalu Lintas di Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya akan membantu memastikan kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Hal ini menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan berbagai sumber daya untuk memastikan distribusi energi global berjalan lancar selama gencatan senjata berlangsung di Timur Tengah.

        Baca Juga: Trump: Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata dari Iran dan Amerika Serikat

        "Kita akan memuat persediaan segala macam, dan hanya 'berdiam diri' untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," kata Trump.

        Menurut Trump, langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pengiriman minyak dan gas, sekaligus membuka jalan bagi aktivitas ekonomi yang lebih luas. Ia juga menyebut peluang ekonomi akan muncul dari normalisasi kondisi dalam kawasan.

        "Akan ada banyak tindakan positif, uang besar akan dihasilkan. Iran dapat memulai proses rekonstruksi," ujar Trump.

        Pembukaan Selat Hormuz sangat krusial, mengingat jalur ini biasanya dilalui sekitar dua puluh pesen pasokan minyak dunia. Selama konflik berlangsung, pengiriman energi terganggu, menyebabkan akumulasi besar minyak dan bahan bakar di Timur Tengah.

        Data menunjukkan sekitar 130 juta barel minyak mentah dan 46 juta barel bahan bakar olahan saat ini tertahan di sekitar 200 kapal tanker.

        Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan bahwa pihaknya telah menyetujui gencatan senjata selama empat belas hari dengan Amerika Serikat. Kesepakatan ini dicapai melalui mediasi Pakistan. Negara tersebut sebelumnya mendorong penerapan gencatan senjata dua minggu di Timur Tengah.

        Araghchi menegaskan bahwa pihaknya akan menghentikan operasi militernya jika serangan terhadap negaranya dihentikan oleh Israel dan Amerika Serikat. Hal ini membuka peluang gencatan senjata untuk berlangsung lebih lama selama tidak ada serangan di Timur Tengah.

        “Jika serangan terhadap kami dihentikan, angkatan bersenjata kami juga akan menghentikan operasi defensif,” ujarnya.

        Terkait Selat Hormuz, Araghchi mengatakan bahwa jalur pelayaran penting tersebut  akan dibuka kembali secara terbatas selama periode gencatan senjata. Namun, pelayaran kapal tanker minyak dan gas tetap harus melalui koordinasi dengan Iran.

        Baca Juga: Usai Gencatan Senjata, Amerika Serikat Klaim Raih 'Kemenangan Total' di Iran

        Dengan kembali terbukanya jalur distribusi energi, negara-negara sekitar kawasan berpotensi segera mengekspor minyak yang sebelumnya tertahan. Meski demikian, kelancaran pelayaran tetap bergantung pada koordinasi keamanan dan kondisi teknis di Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: