Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Gencatan Senjata, Amerika Serikat Klaim Raih 'Kemenangan Total' di Iran

Usai Gencatan Senjata, Amerika Serikat Klaim Raih 'Kemenangan Total' di Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat optimistis dalam menghadapi negosiasi hingga gencatan senjata dengan Iran. Ia bahkan menyebut pihaknya telah meraih kemenangan total atas Teheran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya telah mendominasi perang melawan Iran. Ia juga akan hal tersebut akan terjadi dalam negosiasi yang akan dimediasi pekan ini oleh Pakistan.

Baca Juga: Paus Leo Kecam Ancaman Trump ke Iran: Tak Cuma Masalah Hukum, Tapi Moral

"Kemenangan total dan lengkap. Seratus persen. Tidak ada keraguan tentang itu," kata Trump dikutip dari Agence France Presse (AFP).

Trump menyebut terdapat kerangka kesepakatan sekitar lima belas poin yang mesti dipenuhi oleh Iran. Menurutnya, sebagian besar sudah disetujui oleh kedua pihak. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait isi kesepakatan tersebut.

"Kita memiliki kesepakatan lima belas poin, yang sebagian besar telah disepakati. Kita lihat apa yang terjadi. Kita lihat apakah itu berhasil," kata Trump.

Sebelumnya, Trump juga menyebut bahwa pihaknya telah menerima sepuluh poin dalam proposal damai yang dikirimkan oleh Iran. Menurutnya, hal tersebut bisa dikerjakan oleh Amerika Serikat.

Meski demikian, salah satu isu utama yang masih belum jelas adalah mekanisme pembukaan kembali dari Selat Hormuz. Selain itu, isu nuklir juga menjadi perhatian utama dalam kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.

Trump sendiri tidak memberikan kepastian apakah ia akan kembali pada ancaman sebelumnya untuk menghancurkan infrastruktur dari Iran. Ia memilih untuk menunggu jalan negosiasi dari Teheran dan Washington.

“Lihat saja nanti,” ujarnya.

Meski gencatan senjata menjadi langkah penting menuju deeskalasi, banyak aspek krusial yang masih belum jelas. Dengan kepentingan strategis yang besar di kedua sisi, keberhasilan kesepakatan jangka panjang akan sangat bergantung pada kejelasan implementasi dan komitmen kedua negara dalam menjalankan hasil negosiasi.

Sebelumnya, Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai tercapainya gencatan senjata selama dua minggu dari Iran dan Amerika Serikat. Proposal kedua negara menjadi perhatian karena akan menjadi penentuan tercapainya kedamaian di Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak.

Baca Juga: Ancam Hancurkan Iran, Trump Dikecam Dunia hingga Internal Amerika Serikat

Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar