- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Merdeka Gold (EMAS) Kantongi Fasilitas Kredit Rp2,56 Triliun, Tanpa Jaminan!
Kredit Foto: PT MGR (EMAS)
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berhasil mengamankan fasilitas kredit jumbo senilai US$150 juta atau setara sekitar Rp2,56 triliun (asumsi kurs Rp17.128 per dolar AS). Pendanaan ini menjadi salah satu langkah strategis perseroan dalam memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan di tengah ekspansi bisnis.
Fasilitas kredit tersebut berasal dari sejumlah bank, dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya Kasikornbank Public Company Limited, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), serta PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS).
“Tidak terdapat jaminan yang diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan perjanjian fasilitas ini,” kata manajemen.
Dari sisi biaya, EMAS dikenakan margin sebesar 2% per tahun di atas tingkat suku bunga acuan majemuk yang berlaku.
"Tanggal jatuh tempo akhir dari perjanjian fasilitas ini adalah dengan tunduk pada opsi perpanjangan tanggal yang jatuh pada 12 bulan setelah tanggal penyelesaian, yaitu 10 April 2027," terang manajemen.
Adapun dana hasil fasilitas kredit ini akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum, termasuk belanja modal dan penyertaan modal yang masih diperbolehkan dalam kesepakatan.
“Melalui perjanjian fasilitas ini, perseroan memperoleh sumber pendanaan yang efisien guna mendukung keberlanjutan kegiatan usah grup,” imbuh manajemen.
Lebih lanjut, nilai fasilitas kredit ini setara dengan 39,38% dari total ekuitas EMAS per 31 Desember 2025. Karena melebihi ambang 20%, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material.
Baca Juga: Perluas Basis Investor, Merdeka Gold (EMAS) Ajukan IPO di Hong Kong
Baca Juga: Harta Karun Tambang Pani Melejit 166%, Cadangan Emas Merdeka Tembus 15,9 Juta Ounce
Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa fasilitas ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Sebaliknya, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pendanaan serta memperkuat likuiditas untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
"Transaksi ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pendanaan serta likuiditas Perseroan dalam mendukung pertumbuhan usaha," pungkas manajemen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: