Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Minat Tinggi! Hampir 5.000 Pendaftar Ikuti Rekrutmen Tambak Udang Waingapu

        Minat Tinggi! Hampir 5.000 Pendaftar Ikuti Rekrutmen Tambak Udang Waingapu Kredit Foto: Dok. KKP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pendaftaran rekrutmen sumber daya manusia (SDM) untuk program tambak udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur resmi ditutup oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

        Program ini merupakan bagian dari upaya strategis KKP dalam memperkuat sektor perikanan budi daya nasional sekaligus mendukung agenda besar ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi biru.

        Berdasarkan data dashboard pendaftaran yang dikelola Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), tercatat 4.796 pendaftar mengikuti proses rekrutmen, yang telah dibuka sejak Februari 2026. 

        Tingginya jumlah pendaftar dinilai mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap peluang kerja di sektor kelautan dan perikanan, khususnya pada program budi daya berbasis kawasan.

        “Antusiasme ini menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan semakin diminati sebagai ruang tumbuh ekonomi baru, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional,” ujar Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, dikutip dari siaran pers KKP, Jumat (17/4).

        Nyoman menerangkan, mayoritas pendaftar berasal dari Kabupaten Sumba Timur sebagai lokasi program, dengan jumlah mencapai sekitar 73 persen dari total keseluruhan pendaftar. Angka tersebut menurutnya menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat lokal terhadap peluang kerja di sektor budi daya. 

        Namun demikian, pendaftar tidak hanya berasal dari Kabupaten Sumba Timur, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Nusa Tenggara Timur seperti Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Kota Kupang, serta sejumlah wilayah lainnya. 

        Dari sisi demografi, mayoritas pendaftar berada pada rentang usia produktif, yakni 21–30 tahun, yang mencerminkan tingginya partisipasi generasi muda dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Sementara itu, latar belakang pendidikan pendaftar didominasi oleh lulusan SMA/sederajat dan sarjana (S1), menunjukkan kombinasi potensi tenaga kerja siap latih dan tenaga kerja terdidik.

        Sebagian besar pendaftar tercatat belum memiliki pengalaman kerja relevan di bidang tambak, sehingga program SDM ini diharapkan menjadi pintu masuk pengembangan kompetensi baru melalui kelas khusus, kegiatan pelatihan dan pendampingan terstruktur.

        Tahapan selanjutnya mencakup seleksi kesehatan, wawancara, dan psikotes, dengan pengumuman final yang dijadwalkan pada 15 Juli 2026. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan SDM yang profesional dan kompeten dalam mendukung operasional tambak budi daya di Waingapu.

        Baca Juga: Bantah Isu Dijual Rp 65 Miliar, KKP Resmi Segel Pulau Umang di Pandeglang

        Baca Juga: Menteri KKP dan Gubernur Jawa Barat Tinjau Proyek Hunian Warisan Bangsa Purwakarta

        Program tambak budi daya di Waingapu sendiri merupakan salah satu inisiatif prioritas dalam mendorong peningkatan produksi perikanan nasional berbasis kawasan, yang terintegrasi dengan penguatan SDM, teknologi, dan manajemen usaha. KKP optimistis dapat menciptakan ekosistem budi daya yang produktif, berkelanjutan, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan penguatan ekonomi daerah.

        Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan dan daya saing program budi daya nasional. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: