Kredit Foto: Istimewa
Wacana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali mencuat. Intensitas safari politik Jokowi ke sejumlah daerah dinilai ikut memperkuat spekulasi mengenai kemungkinan dirinya mengambil peran lebih besar di tubuh partai tersebut menjelang Pemilu 2029.
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menilai jika Jokowi benar-benar memimpin PSI, dampaknya tidak akan sebatas simbol politik. Menurutnya, pengalaman Jokowi selama dua periode memimpin Indonesia dapat menjadi modal untuk mengonsolidasikan kekuatan politik nasional sekaligus memperbesar peluang PSI dalam kontestasi Pemilu 2029.
Dalam diskusi Gestur Nusantara TV, Freddy mengatakan optimisme Jokowi mengenai masa depan PSI bukan lahir tanpa dasar. Ia menilai Jokowi memiliki pengalaman panjang membaca karakter pemilih Indonesia, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Baca Juga: Teriakan 'Hidup Jokowi' Hanya Tipu Daya? Prabowo Disebut Galau soal Hubungan dengan Geng Solo
“Pak Jokowi memahami karakter pemilih Indonesia dari desa hingga kota. Optimisme beliau lahir dari fakta lapangan, bukan sekadar optimisme politik,” kata Freddy, dikutip dari laman resmi Projo, Minggu (9/8/2026).
Freddy menyebut Jokowi juga melihat langsung perkembangan PSI, mulai dari penguatan struktur organisasi, kualitas kader, hingga gagasan yang dianggap memiliki keterkaitan dengan berbagai program pembangunan yang selama ini diperjuangkannya.
Namun, Freddy mengingatkan bahwa popularitas Jokowi tidak otomatis menjamin kemenangan PSI. Menurutnya, kekuatan figur harus diterjemahkan menjadi kerja politik dan organisasi yang nyata agar mampu menghasilkan suara dalam pemilu.
“Pak Jokowi sendiri berkali-kali menekankan bahwa popularitas tidak cukup. Yang menentukan adalah kerja politik, membangun organisasi dari pusat sampai desa, menghadirkan kader terbaik dan memperjuangkan program yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: 'Suplai Energi Hambalang Tak Lagi Terasa', Kontrak Politik Prabowo-Jokowi Sudah Berakhir?
Jika Jokowi hanya berada di posisi dewan pembina, menurut Freddy, pengaruh politiknya dinilai belum akan sebesar apabila ia mengambil kendali langsung sebagai Ketua Umum PSI. Ia melihat posisi tersebut dapat memberikan ruang lebih besar bagi Jokowi untuk menggerakkan konsolidasi partai.
Bahkan, Freddy berani memasang target tinggi. Ia menilai PSI berpeluang masuk jajaran tiga besar partai politik pada Pemilu 2029 apabila Jokowi benar-benar menjadi Ketua Umum dan dibarengi dengan penguatan organisasi.
“Hitung-hitungan kami, kalau Pak Jokowi menjadi Ketua Umum, PSI berpotensi menjadi tiga besar,” ucapnya.
Optimisme tersebut didasarkan pada rekam jejak Jokowi yang dinilai memiliki pengalaman politik cukup lengkap. Kariernya dimulai dari kepala daerah hingga akhirnya menduduki posisi Presiden Republik Indonesia selama dua periode.
Bagi Freddy, pengalaman tersebut menjadi modal kepemimpinan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun dan memperbesar partai. Namun, ia kembali menekankan bahwa kekuatan seorang tokoh tidak boleh menjadi satu-satunya tumpuan.
"Tapi sekali lagi, itu tidak cukup hanya mengandalkan figur. Organisasi partai harus kuat," imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: