Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Astra Tebar Dividen Rp390 per Saham Totalnya Rp15,67 Triliun, Cek Jadwal Cairnya!

        Astra Tebar Dividen Rp390 per Saham Totalnya Rp15,67 Triliun, Cek Jadwal Cairnya! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Astra International Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp390 per saham dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

        Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp32,77 triliun untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Dari jumlah tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba sebagai dividen tunai dengan nilai maksimal Rp15,67 triliun.

        Dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp98 per saham atau sekitar Rp3,97 triliun yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen final sebesar Rp292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026.

        “Dividen final akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB sebagai recording date dividen,” tulis manajemen Astra dalam keterangan resminya, Kamis (24/4/2026).

        Perseroan menjelaskan total nilai dividen tunai yang dibagikan dapat berubah menyesuaikan jumlah saham yang berhak menerima dividen, seiring pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) yang masih berlangsung.

        Baca Juga: Investor Siap-siap! Astra Otoparts (AUTO) Bakal Bagi Dividen Final Rp819,35 Miliar

        Baca Juga: Astra Sedaya (ASDF) Terbitkan Obligasi Rp1,03 Triliun, Bunga hingga 5,95%

        Baca Juga: Penjualan Melandai, Astra Tetap Kuasai 79% Pangsa Pasar Mobil LCGC

        RUPST juga memberikan kewenangan kepada direksi untuk melaksanakan pembagian dividen serta melakukan seluruh tindakan yang diperlukan sesuai ketentuan perpajakan, peraturan Bursa Efek Indonesia, dan regulasi pasar modal yang berlaku.

        Sementara itu, sisa laba bersih minimal sebesar Rp17,09 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: