Kredit Foto: Istimewa
Tesla mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, di tengah ekspansi besar pada kecerdasan buatan (AI), produksi, dan teknologi kendaraan otonom.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan Tesla naik 16 persen secara tahunan menjadi 22,38 miliar dolar AS. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham juga meningkat 17 persen menjadi 477 juta dolar AS.
Kinerja operasional menunjukkan lonjakan signifikan, dengan laba operasional naik 136 persen menjadi 941 juta dolar AS dan margin operasional mencapai 4,2 persen. Sementara itu, adjusted EBITDA tumbuh 30 persen menjadi 3,66 miliar dolar AS.
Manajemen menjelaskan peningkatan laba operasional ditopang oleh keuntungan satu kali dari sektor otomotif, termasuk faktor garansi dan tarif. Selain itu, margin yang lebih kuat pada sektor layanan serta kenaikan harga jual rata-rata kendaraan turut mendukung kinerja. Namun, peningkatan ini sebagian tertahan oleh tingginya beban operasional dan penurunan pendapatan dari kredit regulasi.
Baca Juga: Indodax Rilis 7 Token Saham Global Berbasis Blockchain, Ada Tesla Hingga Apple
Sepanjang kuartal I 2026, Tesla memproduksi 408.386 unit kendaraan, naik 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pengiriman mencapai 358.023 unit atau tumbuh 6 persen.
Kontribusi terbesar berasal dari Model 3 dan Model Y dengan total pengiriman 341.893 unit, naik 6 persen. Adapun model lainnya mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi sebesar 25 persen menjadi 16.130 unit.
Dari sisi pendapatan, segmen otomotif masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 16,23 miliar dolar AS, naik 16 persen secara tahunan. Segmen layanan dan lainnya melonjak 42 persen menjadi 3,74 miliar dolar AS. Sebaliknya, segmen pembangkitan dan penyimpanan energi turun 12 persen menjadi 2,40 miliar dolar AS.
Selain kinerja finansial, Tesla juga melaporkan sejumlah perkembangan strategis pada April 2026. Perusahaan telah memperoleh izin untuk mengoperasikan sistem Full Self-Driving (FSD) dengan pengawasan di Belanda.
Tesla juga mulai meluncurkan layanan robotaxi tanpa pengemudi secara komersial di Dallas dan Houston. Di sisi lain, perusahaan meningkatkan kapasitas produksi material utama seperti litium, katoda, dan baterai LFP.
Ke depan, Tesla menargetkan produksi massal sejumlah produk baru, termasuk Cybercab, Tesla Semi, dan sistem baterai Megapack 3, mulai 2026. Pembangunan fasilitas Megafactory di dekat Houston juga terus berjalan dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun.
Selain itu, Tesla tengah menyiapkan lini produksi awal untuk robot humanoid Optimus sebagai bagian dari rencana manufaktur skala besar, dengan pembangunan pabrik volume tinggi dijadwalkan dimulai pada kuartal kedua tahun ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat