Rusia Terpukau, Putin Puji Kehebatan Iran Hadapi Amerika Serikat
Kredit Foto: TASS/Russian Presidential Press and Information Office/Alexei Druzhinin
Rusia kembali memberikan dukungannya terhadap Iran. Hal ini terkait dengan apa yang disebutnya sebagai perjuangan dari negara tersebut menghadapi agresi dari Amerika Serikat dan Israel.
Presiden Rusia, Vladimir Putin memuji negara tersebut yang dinilainya berjuang mempertahankan kedaulatannya dengan berani. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung pihak dari Iran.
Baca Juga: Trump Dilaporkan Geram, Amerika Serikat Tak Puas dengan Proposal Baru Iran
"Kami melihat bagaimana rakyat mereka dengan berani dan heroik berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka," kata Putin.
Putin juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan segala upaya untuk membantu negara mitranya tersebut dalam menghadapi situasi sulit saat ini.
"Kami akan melakukan segala yang melayani kepentingan mereka dan kepentingan semua rakyat dalam kawasan untuk memastikan perdamaian tercapai secepat mungkin," ujarnya.
Putin juga menyatakan telah menerima pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kemitraan strategis dengan Teheran. Kesepakatan kerja sama jangka panjang antara kedua negara berdurasi dua puluh tahun itu telah disepakati pada tahun lalu.
Adapun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyampaikan terima kasih atas dukungan Moskow. Ia mengatakan bahwa negara tersebut adalah salah satu mitra strategis dari Teheran.
"Telah terbukti bahwa kami memiliki teman dan sekutu seperti mereka yang tetap berdiri bersama kami di masa sulit," katanya.
Sebelumnya, Rusia menawarkan diri sebagai mediator untuk meredakan ketegangan dari Iran, Israel dan Amerika Serikat. Moskow juga mengusulkan untuk menyimpan uranium yang diperkaya negara tersebut sebagai langkah menurunkan eskalasi, meski proposal tersebut ditolak Washington.
Terbaru, Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menegaskan pentingnya kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menambahkan bahwa tidak boleh ada kembali ke aksi militer karena hal tersebut tidak menguntungkan pihak mana pun.
Namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan tidak senang atas prorposal dari Iran. Ia tidak puas dengan proposal itu karena hal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.
Proposal Iran sendiri dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan isu pelayaran di Selat Homruz. Namun, pendekatan ini bertentangan dengan posisi isu nuklir dari Washington.
Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.
Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.
Baca Juga: Amerika Serikat Ragukan Proposal Iran, Rubio: Mereka Cuma Ingin Beli Waktu
Namun, Washington menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak awal. Ia ingin hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: