Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pernah Didepak MSCI, Begini Kinerja Keuangan Emiten Hary Tanoe

Pernah Didepak MSCI, Begini Kinerja Keuangan Emiten Hary Tanoe Kredit Foto: MNC Land
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten media dan hiburan milik Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), sempat dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index pada Mei 2026. Meski demikian, pencapaian keuangan perseroan pada semester I 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Rabu (12/8/2026), MSIN membukukan pendapatan sebesar Rp2 triliun sepanjang semester I 2026. Angka tersebut meningkat dari Rp1,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih, meski sejumlah beban perusahaan juga meningkat. MSIN mencatat laba bersih Rp284,3 miliar, naik dari Rp241,3 miliar pada semester I 2025 sebesar Rp241,3 miliar.

Perbaikan kinerja juga tercermin dari arus kas perusahaan. Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp2,01 triliun, tumbuh 33,4% dibandingkan Rp1,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan penerimaan tersebut membuat kas bersih dari aktivitas operasi melonjak 284,7% menjadi Rp236,13 miliar, dibandingkan Rp61,38 miliar pada semester I 2025.

Di sisi investasi, MSIN mencatat penggunaan kas bersih sebesar Rp113,45 miliar. Dana tersebut antara lain dialokasikan untuk pembelian aset tak berwujud sebesar Rp78,60 miliar dan aset konten Rp25,21 miliar.

Baca Juga: 3 Saham Prajogo Pernah Didepak MSCI, Bagaimana Kinerja Keuangannya?

Baca Juga: Saham RI Dikabarkan Absen dari Indeks MSCI, Ini Respons Bos BEI

Baca Juga: Investor Deg-degan Tunggu MSCI, IHSG Malah Melejit 1,69%

Sementara itu, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas keluar bersih sebesar Rp16,73 miliar, terutama untuk pembayaran utang bank jangka panjang dan kewajiban pinjaman lainnya.

Secara keseluruhan, kas dan setara kas MSIN bertambah Rp105,95 miliar sepanjang semester I 2026. Alhasil, posisi kas dan setara kas pada akhir periode mencapai Rp795,10 miliar, naik 43,9% dari Rp552,36 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp552,36 miliar.

Dari sisi neraca, total aset MSIN pada semester I 2026 mencapai Rp8,59 triliun, meningkat dari Rp8,43 triliun pada akhir 2025. Dengan total liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp1,51 triliun dan Rp7,08 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri