Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan Naik, tapi Jasnita (JAST) Catat Rugi Rp1,09 Miliar di Kuartal I 2026

        Pendapatan Naik, tapi Jasnita (JAST) Catat Rugi Rp1,09 Miliar di Kuartal I 2026 Kredit Foto: JAST
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup agresif pada kuartal I 2026, meskipun masih membukukan rugi bersih di tengah fase ekspansi dan investasi.

        Jasnita Telekomindo membukukan pendapatan sebesar Rp57,90 miliar hingga 31 Maret 2026, meningkat signifikan dari Rp38,91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau tumbuh sekitar 48,8% secara tahunan (year-on-year). Kenaikan ini turut mendorong laba kotor naik menjadi Rp14,14 miliar dari Rp12,89 miliar.

        Namun demikian, Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,09 miliar, berbalik dari laba bersih Rp1,25 miliar pada kuartal I 2025.

        "Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban usaha dan beban keuangan, termasuk beban penyusutan (depreciation) atas investasi infrastruktur dan teknologi, serta belum optimalnya pengakuan pendapatan dari beberapa kontrak baru yang masih dalam tahap implementasi pada awal tahun," kata manajemen.

        Dari sisi arus kas, kinerja menunjukkan perbaikan. Arus kas dari aktivitas operasi tercatat positif sebesar Rp434,05 juta, berbalik dari posisi negatif Rp131,50 juta pada periode yang sama tahun lalu. Penerimaan kas dari pelanggan juga meningkat signifikan menjadi Rp50,26 miliar dari Rp28,86 miliar.

        Pada sisi neraca, total aset Perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp181,34 miliar, naik dari Rp178,74 miliar pada akhir 2025. Liabilitas berada di level Rp86,12 miliar, sementara ekuitas tercatat sebesar Rp95,22 miliar.

        Hingga Maret 2026, Perseroan telah mendapatkan beberapa tender dari lembaga pemerintah seperti Contact Center Kemendikdasmen, layanan masyarakat 175 BPJS Ketenagakerjaan, layanan omnichannel & WhatsApp API Baznas, Contact Center 136 ESDM, hingga layanan WhatsApp terintegrasi BPJS Kesehatan. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan jasa nilai tambah untuk segmen enterprise serta menjajaki peluang di sektor perbankan.

        Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Rugi Rp425,78 Miliar di Q1 2026 Meski Pendapatan Naik

        Baca Juga: Indosat (ISAT) Bukukan Pendapatan Rp15,2 Triliun di Q1 2026, Laba Melesat 13,7%

        Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas solusi digital yang relevan dengan kebutuhan pasar. Fokus utama tetap pada pengembangan layanan contact center, omnichannel, serta solusi teknologi untuk sektor publik dan korporasi.

        Dengan dukungan penguatan kapabilitas operasional dan teknologi, Jasnita Telekomindo optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperbaiki kinerja profitabilitas secara berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: