Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indosat (ISAT) Bukukan Pendapatan Rp15,2 Triliun di Q1 2026, Laba Melesat 13,7%

Indosat (ISAT) Bukukan Pendapatan Rp15,2 Triliun di Q1 2026, Laba Melesat 13,7% Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan performa yang kuat pada kuartal pertama 2026, dengan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang konsisten di tengah dinamika industri telekomunikasi.

Indosat membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,49 triliun, naik 13,7%.

Sementara itu, pendapatan konsolidasian meningkat 12,1% secara tahunan (YoY) menjadi Rp15,22 triliun. EBITDA juga tumbuh 12,9% YoY menjadi Rp7,24 triliun, menghasilkan margin EBITDA yang tetap kuat di level 47,6%.

Kontributor utama pendapatan masih berasal dari layanan selular dengan porsi 83,5%. Sementara itu, segmen MIDI menyumbang 15,1% dan telekomunikasi tetap sebesar 1,4% terhadap total pendapatan konsolidasian hingga 31 Maret 2026.

Dari sisi kinerja segmen, pendapatan selular meningkat 11,2%, terutama didorong oleh pertumbuhan layanan data dan jasa nilai tambah, meskipun terdapat penurunan pada layanan telepon, SMS, dan interkoneksi.

Segmen MIDI tumbuh lebih tinggi sebesar 17,5% berkat peningkatan layanan IT dan konektivitas tetap, meski diimbangi penurunan pada internet tetap. Adapun segmen telekomunikasi mencatatkan pertumbuhan 9,3% yang didukung oleh kenaikan pendapatan telepon internasional dan jaringan tetap.

Adapun total beban tercatat sebesar Rp12,2 triliun, meningkat 13,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan beban penyelenggaraan jasa, penyusutan, amortisasi, serta biaya karyawan dan beban operasional lainnya. Namun, Perseroan berhasil menekan beban pemasaran serta beban umum dan administrasi.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan mencapai Rp122,1 triliun per Maret 2026, naik dari Rp118,62 triliun pada Desember 2025. Liabilitas meningkat menjadi Rp81,06 triliun dari Rp79,12 triliun, sementara ekuitas juga tumbuh menjadi Rp41,03 triliun dari Rp39,5 triliun.

Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Rugi Rp425,78 Miliar di Q1 2026 Meski Pendapatan Naik

Baca Juga: CBI Gandeng Indosat Ooredoo Hutchison Kembangkan Penilaian Kredit Inklusif Berbasis Data

Pada kuartal I 2026, Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp4,18 triliun. Sekitar 93% dari total capex ini difokuskan pada bisnis selular guna mengakomodasi peningkatan kebutuhan layanan data, sementara sisanya dialokasikan untuk pengembangan segmen MIDI dan telekomunikasi tetap.

Dengan kinerja yang solid dan strategi investasi yang terarah, Indosat optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing di industri telekomunikasi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri