Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Perekonomian dunia pada 2026 diproyeksikan melambat dengan inflasi tinggi dan ketidakpastian global, khususnya akibat konflik Timur Tengah yang memicu gejolak pada pasar komoditas dan keuangan global serta mengganggu rantai pasok.
Di tengah situasi tersebut, Indonesia menunjukkan ketahanan relatif kuat dengan peluang resesi di bawah 5%. Angka ini lebih rendah dibandingkan sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi tekanan global yang semakin meningkat.
Hal tersebut disampaikan Sesmenko Susiwijono yang hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kuliah Umum ”Strategi Ekonomi Indonesia di Tengah Volatilitas Geopolitik, Guna Penguatan Ketahanan Nasional" kepada Peserta P4N LXIX dan P3N XXVII TA 2026 Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta, Kamis (30/04/2026).
“Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario dalam merespons perkembangan ketidakpastian global. Semua langkah dilakukan secara hati-hati untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Minggu (3/5).
Pemerintah telah mengambil langkah cepat melalui pemberian berbagai insentif fiskal, termasuk pembebasan bea masuk untuk bahan baku strategis seperti LPG dan plastik, serta melakukan deregulasi dan percepatan perizinan untuk mendukung investasi. Pemerintah juga tengah menyelesaikan berbagai regulasi pendukung untuk memastikan stabilitas pasokan dan produksi. Di sisi lain, Pemerintah juga terus menjaga daya beli masyarakat dengan memastikan harga energi strategis tetap stabil, serta menyiapkan berbagai program perlindungan sosial dan stimulus ekonomi.
Selain itu, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE) yang melibatkan lintas Kementerian dan Lembaga. Satgas ini bertugas mengambil langkah cepat dan strategis dalam merespons perkembangan global.
Baca Juga: Summarecon Perkuat Ekosistem Bisnis, Luncurkan Diamond Commercial
Baca Juga: KKP Buka Rekrutmen 20 Ribu Awak Kapal Perikanan Mulai Mei, Ini Jadwalnya
“Melalui Satgas, bukan hanya sekedar mengoordinasikan, tetapi keputusan penting juga diambil bersama dengan mempertimbangkan risiko secara kolektif untuk kepentingan nasional,” tutur Sesmenko Susiwijono.
Menutup paparannya, Sesmenko Susiwijono menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, serta memastikan keberlangsungan dunia usaha di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: