Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pakar: Hambatan Utama Negosiasi Amerika Serikat-Iran Bukan Soal Nuklir

        Pakar: Hambatan Utama Negosiasi Amerika Serikat-Iran Bukan Soal Nuklir Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perbedaan Iran dan Amerika Serikat soal program nuklir dinilai bukanlah alasan utama kedua negara belum sepakat berdamai di Timur Tengah. Analis menilai bahwa perbedaan soal hal itu mulai menyempit, meski belum sepenuhnya terselesaikan.

        Peneliti Senior The Soufan Center, Kenneth Katzman menyebut hambatan terbesar justru terletak pada ketidakpercayaan Iran ke Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

        Baca Juga: Iran Siap Diplomasi atau Konfrontasi, Bola di Tangan Amerika Serikat

        “Iran sangat tidak percaya kepada Trump dan Amerika Serikat. Mereka enggan melangkah ke pembahasan penuh sebelum blokade dicabut,” ujarnya.

        Katzman mengungkapkan bahwa kedua pihak masih aktif bertukar pandangan dan proposal, termasuk pembahasan bahasa teknis dalam kesepakatan. Ia menilai perbedaan terkait isu nuklir masih signifikan, namun dapat dipersempit melalui negosiasi lanjutan.

        Menurutnya, keberlanjutan blokade menjadi faktor utama yang menghambat kemajuan pembicaraan. Katzman memperingatkan bahwa kebuntuan ini dapat mendorong eskalasi dari Amerika Serikat. Ia menilai bahwa negara tersebut memiliki kepentingan untuk mematahkan kontrol dari Iran di Selat Hormuz.

        Katzman juga menyebut kedua negara sama-sama mengalami frustrasi dalam proses negosiasi. Meski demikian, ia menilai kedua pihak tidak akan meninggalkan jalur diplomasi dalam waktu dekat.

        Sebelumnya, Trump mengatakan kemungkinan serangan militer masih terbuka. Ia menyebut serangan dapat kembali dilakukan jika musuh mengambil langkah yang dianggap merugikan ke Washington.

        “Jika mereka berperilaku buruk atau melakukan sesuatu yang salah, ada kemungkinan itu bisa terjadi,” ujarnya.

        Namun, ia menambahkan bahwa situasi saat ini masih akan dilihat ke depannya. Trump menyatakan bahwa posisinya saat ini berada dalam kondisi yang baik dalam menghadapi Iran.

        Iran menurutnya ingin segera mencapai kesepakatan karena kondisi negara tersebut saat ini melemah akibat tekanan yang diberikan oleh Amerika Serikat.

        Trump menyinggung proposal 14 poin yang diajukan oleh Iran. Ia mengatakan telah menerima gambaran awal dari proposal tersebut. Menurut Trump, Iran akan segera menyampaikan rincian lengkap dari proposal tersebut.

        Iran sendiri dilaporkan telah mengajukan proposal baru berisi empat belas poin kepada Amerika Serikat. Pihaknya kali ini menaruh fokus utamanya dalam mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan Washington di Timur Tengah.

        Teheran memberikan proposal baru ini sebagai balasan terhadap sembilan point dalam proposal yang dikirimkan oleh Amerika Serikat. Washington dilaporkan mengusulkan gencatan senjata dengan batas waktu dua bulan.

        Namun, Iran menolak pendekatan tersebut dan menginginkan penyelesaian dalam waktu lebih singkat, yakni 30 hari. Teheran juga menegaskan bahwa fokus utama harus pada penghentian perang secara menyeluruh, bukan sekadar memperpanjang gencatan senjata.

        Dalam proposal empat belas poin tersebut, mereka mengajukan sejumlah tuntutan utama, antara lain jaminan tidak adanya agresi di masa depan, penarikan pasukan musuh dari sekitar wilayah negaranya, pencabutan blokade laut, pembebasan aset yang dibekukan, penghapusan sanksi ekonomi hingga pengakhiran konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon.

        Baca Juga: Iran Siapkan Regulasi Lalu Lintas Selat Hormuz: Kapal Israel Dilarang Lewat

        Iran menekankan pentingnya penyelesaian cepat guna menghindari eskalasi lebih lanjut. Hingga saat ini, mereka masih menunggu respons resmi dari Washington.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: