Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Siap Diplomasi atau Konfrontasi, Bola di Tangan Amerika Serikat

Iran Siap Diplomasi atau Konfrontasi, Bola di Tangan Amerika Serikat Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menyatakan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk langkah diplomatik guna mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat. Namun hal itu sendiri akan bergantung kepada respons dari Washington.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa negaranya telah mengambil langkah diplomatik untuk mengakhiri konflik, dan kini keputusan berada di Amerika Serikat.

Baca Juga: China Lawan Sanksi Amerika Serikat Terkait Dugaan Beli Minyak Iran

Gharibabadi mengatakan pihaknya telah menyampaikan rencana penyelesaian konflik melalui Pakistan. Langkah ini bertujuan untuk mencapai penghentian permanen atas perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa pihaknya selama ini mengedepankan diplomasi berbasis kepentingan untuk menyelesaikan masalah. Namun Iran di sisi lain juga menyatakan siap menghadapi dua kemungkinan.

“Bola sekarang ada di tangan mereka untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif,” ujarnya.

Gharibabadi menambahkan bahwa pihaknya tetap mempertahankan sikap tidak percaya terhadap Amerika Serikat. Ia mengungkit bagaimana pihaknya mendapatkan serangan tiba-tiba dari Israel dan Amerika Serikat.

Sebelumnya Amerika Serikat buka suara terkait dengan kemungkinan negosiasi dengan Iran. Pihaknya mengatakan bahwa negosiasi masih berlangsung namun kini dilakukan melalui sambungan telepon, bukan pertemuan langsung di Pakistan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan pembicaraan langsung tidak efisien karena memerlukan perjalanan panjang tanpa adanya garansi hasil yang memuaskan dari Iran.

“Kami tidak terbang lagi dengan penerbangan 18 jam hanya untuk melihat selembar kertas. Sekarang kami melakukannya lewat telepon, dan itu jauh lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyindir bahwa hasil negosiasi sering kali sudah bisa diprediksi sebelum pertemuan dilakukan. Meski format berubah, sang presiden menyebut proses negosiasi telah menunjukkan kemajuan.

“Pembicaraan sudah berjalan jauh,” katanya.

Namun, Trump kembali menegaskan bahwa kesepakatan tidak akan tercapai tanpa komitmen dari Iran. Ia ingin negara tersebut untuk menghentikan ambisinya mengembangkan senjata nuklir.

“Tidak akan pernah ada kesepakatan jika mereka tidak setuju bahwa tidak akan ada senjata nuklir,” tegasnya.

Baca Juga: NATO Terancam Bubar Akibat Operasi Amerika Serikat di Iran

Meski ada upaya diplomasi, belum ada tanda-tanda terobosan signifikan dalam penyelesaian konflik. Konflik ini terus berdampak pada stabilitas geopolitik dan pasokan energi dunia. Dengan kedua pihak masih membuka opsi, peluang diplomasi tetap ada meski dibayangi ketegangan tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: