Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diburu Sana-sini, Harga Server AI Nvidia B300 Bisa Capai Rp18 Miliar!

        Diburu Sana-sini, Harga Server AI Nvidia B300 Bisa Capai Rp18 Miliar! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Permintaan tinggi terhadap perangkat komputasi kecerdasan buatan (AI) mendorong harga server Nvidia B300 melonjak tajam hingga sekitar 7 juta yuan atau setara hampir Rp18 miliar per unit di China. Lonjakan harga terjadi di tengah pengetatan pengawasan terhadap penyelundupan chip yang membuat pasokan pasar gelap semakin terbatas.

        Laporan Reuters menyebut harga server AI tercanggih milik Nvidia tersebut telah naik sejak awal tahun, namun peningkatan signifikan terjadi setelah pasar abu-abu chip AI mendapat tekanan lebih besar dari otoritas Amerika Serikat.

        Baca Juga: ASEAN Waspada Dampak Konflik Global, Airlangga Dorong Ketahanan Energi

        Selain kelangkaan pasokan, kenaikan harga juga dipicu oleh tingginya kebutuhan komputasi di China. Banyak perusahaan disebut tetap membutuhkan perangkat Nvidia untuk pengembangan AI, meskipun sebagian enggan mencatat kepemilikan hardware Nvidia secara langsung karena khawatir terkena dampak sanksi dari Amerika Serikat.

        Di Amerika Serikat, server Nvidia B300 dibanderol sekitar US$550 ribu atau naik dari sekitar US$500 ribu pada akhir tahun lalu. Namun di China, harga perangkat tersebut melonjak jauh lebih tinggi akibat premi kelangkaan yang dipicu pembatasan ekspor teknologi canggih dari AS.

        Situasi ini terjadi ketika raksasa teknologi China berlomba mendapatkan perangkat komputasi paling efisien untuk menghasilkan token AI, yaitu unit dasar teks yang diproses model kecerdasan buatan untuk monetisasi layanan AI dan infrastruktur komputasi mereka.

        Kelangkaan chip semakin memburuk setelah otoritas AS pada Maret lalu menuntut Yih-Shyan Liaw atau yang dikenal sebagai Wally Liaw, salah satu pendiri mitra Nvidia, Supermicro.

        Akibat lonjakan harga tersebut, sebagian perusahaan mulai beralih ke skema penyewaan server AI. Biaya sewa server Nvidia B300 bahkan dilaporkan mencapai 190 ribu yuan per bulan untuk kontrak jangka pendek selama satu tahun.

        Nvidia B300 sendiri dibekali memori bandwidth tinggi sebesar 288 GB dan mampu menghasilkan daya komputasi hingga 14 petaFLOPS pada presisi FP4, menjadikannya salah satu chip paling kuat untuk kebutuhan inferensi AI.

        Nvidia dan mitranya mulai mengirimkan chip tersebut sejak September tahun lalu.

        Di sisi lain, ketidakpastian terkait ekspor chip Nvidia H200 juga ikut memicu kenaikan harga B300. Meskipun telah memperoleh persetujuan ekspor dari pemerintah kedua negara, pengiriman H200 ke China masih tertunda karena AS dan China belum mencapai kesepakatan terkait syarat penjualannya.

        Adapun Nvidia menegaskan bahwa produk B300 sebenarnya dibatasi untuk penjualan di China dan seluruh mitra perusahaan wajib mematuhi aturan ekspor secara ketat.

        “Ketika sistem menjadi semakin besar dan kompleks, pengalihan ilegal hanya akan berujung kegagalan,” kata Nvidia.

        Perusahaan juga menegaskan tidak akan memberikan layanan maupun dukungan terhadap sistem yang diperoleh melalui jalur ilegal.

        Baca Juga: Pengusaha Amerika Serikat Kena Peringatan: Jangan Menyalahgunakan AI

        “Nvidia tidak menyediakan layanan atau dukungan apa pun untuk sistem semacam itu, dan mekanisme penegakannya sangat ketat dan efektif,” tulis perusahaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: