Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral Detik-detik Pendaki Saksikan Letusan Gunung Dukono: Demi Mengabadikan Momen Langka, Nyawa Taruhannya

        Viral Detik-detik Pendaki Saksikan Letusan Gunung Dukono: Demi Mengabadikan Momen Langka, Nyawa Taruhannya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sebuah video yang memperlihatkan dahsyatnya letusan dari Gunung Dukono. Ia menjadi perhatian karena menunjukkan moment para pendaki yang terjebak selama letusan berlangsung di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara

        Dilansir dari akun @arzeein16, Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara kembali meletus dahsyat pada Jum'at (8/5/2026). Dua wisatawan dilaporkan tewas, sementara puluhan pendaki lainnya terjebak setelah terkena letusan dahsyat gunung api tersebut.

        Dalam video yang dibagikan, terlihat pada pendaki secara langsung menyaksikan letusan gunung terkait. Meski terlihat histeris, pada pendaki terlihat mencoba untuk tenang sembari mencari perlindungan dari erupsi di Gunung Dukono.

        Banyak komentar netizen menyoroti bagaimana mengerikannya letusan dari Gunung Dukono. 

        "Ya Allah ngeri banget lihatnya tuh," ungkap salah satu netizen.

        "Astaga ngeri banget itu terus gimana itu yang terjebak akhirnya," cuit yang lain.

        Adapun beberapa netizen mempertanyakan kenapa para pendaki yang terjebak tidak segera menyelamatkan diri secepat mungkin usai letusan dari Gunung Dukono.

        "Bukannya lari malah nonton kan parah. Demi mengabadikan yang langka nyawa taruhannya," ungkap salah satu netizen.

        Diketahui, Gunung Dukono berada di Pulau Halmahera Maluku Utara dengan ketinggian mencapai sekitar 1.335 meter. Gunung api tersebut dikenal sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia.

        Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut bahwa gunung ini telah ditetapkan statusnya berada pada level dua atau waspada sejak Juni 2008. Masyarakat sekitar kawasan gunung juga diminta menghindari seluruh aktivitas dalam radius dua kilometer kawah aktif.

        Gunung Dukono sendiri pernah mengalami erupsi besar pada tahun 1550. Aliran lava letusan tersebut bahkan menghubungkan Gunung Mamuya dan Pulau Halmahera. Dua daerah tersebut sebelumnya terpisah laut.

        Letusan besar kembali tercatat terjadi pada periode 1861 hingga 1869 serta 1901. Pada Agustus 1933 pusat letusan berada di bawah Kawah Malupang-Warirang.

        Gunung Dukono kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada periode 1941 hingga 1995. Erupsi abu kembali terjadi pada Maret 2003. Letusan itu diserta dengan pancara material vulkanik yang mencapai wilayah dari Tobelo.

        Baca Juga: Ditemukan Berpelukan di Dekat Kawah, Dua Warga Singapura Jadi Korban Letusan Gunung Dukono

        Baca Juga: Fakta Mengerikan Gunung Dukono, Letusannya Satukan Dua Pulau di Halmahera!

        Ia juga tercatat mengalami erupsi pada awal April 2026. Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan gunung tersebut masih menyimpan potensi erupsi besar yang perlu diwaspadai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: