Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Terkoreksi Tajam Dipicu Sentimen dari MSCI

        IHSG Dibuka Terkoreksi Tajam Dipicu Sentimen dari MSCI Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (13/5/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.01 WIB, HSG tercatat turun 104,810 poin atau melemah 1,53% ke level 6.754.

        Pelemahan terjadi sejak awal sesi dengan pergerakan indeks langsung bergerak menurun dari posisi pembukaan. Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di level 6.763 dengan posisi tertinggi sempat menyentuh 6.769,827 dan terendah di 6.745.

        Mayoritas saham bergerak negatif pada awal perdagangan. Sebanyak 319 saham tercatat melemah, sementara hanya 115 saham menguat dan 204 saham stagnan.

        Nilai transaksi pada awal sesi mencapai Rp722,42 miliar dengan volume perdagangan sekitar 1,24 miliar saham dalam 97.351 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp11.938 triliun.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, mengatakan IHSG masih terlihat bullish divergence bila ditinjau dari indikator RSI meskipun pola upward bar terbentuk. Dari sisi indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, dan volume mengalami penurunan, namun RSI sudah oversold atau jenuh jual.

        Nafan menyebut fokus utama pasar pada hari ini adalah pengumuman hasil quarterly review dari MSCI. Terdapat kekhawatiran terkait potensi keluarnya beberapa saham big cap, seperti BREN dan DSSA pada pengumuman sebelumnya, karena kebijakan High Shareholder Concentration (HSC).

        "Spekulasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya aliran modal keluar asing yang signifikan," kata Nafan dalam analisisnya.

        Di sisi lain, terjadi kemunduran diplomatik baru antara Washington dan Teheran, dimana pada 11 Mei 2026, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap 12 entitas dan individu yang dituduh memfasilitasi perdagangan minyak ilegal Iran ke Tiongkok.

        Baca Juga: Keputusan MSCI Coret 13 Saham RI Jadi Kepastian yang Ditunggu Pasar

        Baca Juga: Daftar Lengkap 19 Saham Indonesia yang Dicoret MSCI

        Untuk sentimen positif, penguatan sektor teknologi dan optimisme terhadap kinerja emiten AI di AS memberikan risk-on sentiment yang positif bagi pasar ekuitas global, termasuk ke bursa emerging markets.

        Di sisi lain, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada di atas level 100, dan pertumbuhan penjualan mobil secara tahunan, serta penundaan rencana kenaikan royalti minerba, tentunya cukup dapat memberikan bantalan positif bagi market.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: