Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Membaca Pesan Tersembunyi di Balik Pernyataan Prabowo soal Dolar dan Rakyat Desa

        Membaca Pesan Tersembunyi di Balik Pernyataan Prabowo soal Dolar dan Rakyat Desa Kredit Foto: Antara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) dalam kehidupan sehari-hari di tengah pelemahan rupiah memunculkan kontroversi di media sosial.

        Banyak warganet menilai ucapan tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian Presiden terhadap anjloknya rupiah yang telah menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS.

        Namun, mantan Komisaris PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Dede Budhyarto, memberikan pandangan berbeda. Ia menilai pernyataan Prabowo justru bertujuan menenangkan masyarakat agar tidak panik, tidak terburu-buru membeli dolar, atau menimbun barang.

        "Pernyataan Presiden @prabowo itu bukan berarti pemerintah cuek sama kenaikan dolar. Justru sebaliknya—beliau ingin menenangkan masyarakat agar tidak panik, tidak buru-buru beli dolar, atau menimbun barang," ucapnya, dikutip dari akun X pribadinya, Senin (18/5).

        Dede menegaskan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) tetap waspada penuh menjaga stabilitas ekonomi melalui intervensi pasar, memperkuat cadangan devisa, serta memanfaatkan fondasi ekonomi nasional yang dinilainya masih solid dibanding banyak negara lain.

        Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan optimis menghadapi tantangan global.

        “Sekarang saatnya kita semua tetap tenang, optimis, dan percaya bahwa Indonesia mampu menghadapi tantangan global ini. Ekonomi kita punya daya tahan yang baik,” tandasnya.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa masyarakat di desa tidak banyak menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari mereka.

        Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), sebagai tanggapan atas tudingan sejumlah pihak yang menilai pelemahan rupiah terhadap dolar berpotensi menimbulkan krisis.

        "Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya tidak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dollar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok," ungkapnya.

        Baca Juga: Boy Candra Sindir Prabowo: Rakyat Disuruh Joget di Tengah Rupiah Melemah

        Baca Juga: Rupiah Melemah Parah, Ucapan Prabowo Soal Dolar Kini Viral: Wallahi We’re Doomed

        Menurutnya, kondisi Indonesia justru lebih aman dan stabil dibandingkan banyak negara lain yang tengah panik menghadapi persoalan pangan dan energi.

        “Pangan-energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Mahakuasa,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: