Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Menyerang Dua Media Besar karena Sebut Militer Iran Tangguh

        Trump Menyerang Dua Media Besar karena Sebut Militer Iran Tangguh Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wartawan The New York Times, David Sanger balik membalas tudingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebutnya pengkhianat setelah sempat mewawancarainya.

        "Melaporkan berita bukanlah pengkhianatan. Ini upaya untuk mengintimidasi organisasi media agar tidak melakukan peliputan. Padahal, melaporkan fakta adalah tanggung jawab dasar yang dilindungi Amandemen Pertama," tegas Sanger.

        Insiden bermula ketika Sanger menanyakan kepada Trump mengapa AS melanjutkan serangan terhadap Iran meski belum mencapai kesepakatan dan perubahan politik yang diinginkan presiden. Trump kemudian melontarkan cercaan selama dua menit.

        "Kita telah meraih kemenangan total, kecuali orang-orang seperti Anda yang tidak menulis kebenaran," kata Trump.

        Ia lantas menyebut tulisan Sanger adalah bentuk pengkhianatan dan menuding The New York Times serta CNN sebagai media terburuk.

        Trump melanjutkan, "Saya pikir itu pengkhianatan ketika Anda menulis bahwa Iran secara militer tangguh, padahal mereka tidak punya angkatan laut, angkatan udara, atau pertahanan apa pun," tegasnya.

        Trump juga menyerang New York Times dengan menyebut saat ini jumlah pembacanya terus menurun. Ia mengingatkan bahwa Trump sendiri pernah mencalonkan diri dengan kritik keras terhadap perang Afghanistan dan Irak berdasarkan liputan investigasi yang dibacanya dari The New York Times.

        Jake Tapper dari CNN mengecam pernyataan Trump. "Melaporkan fakta bukan pengkhianatan. Sangat tidak waras jika seorang presiden mengatakan hal seperti itu, dan berpotensi membahayakan para jurnalis yang dituduhnya," ujar Tapper.

        The New York Times kemudian merilis pernyataan yang sejalan dengan respons Sanger, menekankan pentingnya kebebasan pers dan kewajiban media untuk melaporkan fakta.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: