Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saat IHSG Bergejolak, Bos SIDO hingga BJTM Diam-Diam Borong Saham

        Saat IHSG Bergejolak, Bos SIDO hingga BJTM Diam-Diam Borong Saham Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sejumlah petinggi dan pemegang saham emiten tercatat menambah kepemilikan saham di tengah tekanan pasar dan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir. Aksi pembelian dilakukan oleh direksi, komisaris hingga pemegang saham utama dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, kesehatan, konsumer, hingga teknologi.

        Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi penambahan saham dilakukan pada periode 8-18 Mei 2026, bertepatan dengan meningkatnya volatilitas pasar saham domestik.

        Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Irwan Hidayat, menambah kepemilikan saham pada 13 Mei 2026. Dalam keterbukaan informasi, Irwan membeli 245.400 saham di harga Rp450 per saham dan 254.600 saham di harga Rp448 per saham.

        “Tujuan dari transaksi untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen SIDO dalam keterbukaan informasi, Selasa (19/5/2026).

        Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Irwan bertambah menjadi 5,27 juta saham atau setara 0,018%, dari sebelumnya 4,77 juta saham atau 0,016%.

        Aksi serupa dilakukan Wakil Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), R. Arief Wicaksono. Pada 18 Mei 2026, ia membeli 860.000 saham BJTM di harga Rp580 per saham.

        Baca Juga: Rosan Sebut Saham Bank BUMN Lagi Diskon Gede, Peluang Kenaikan Terbuka Lebar!

        Baca Juga: IHSG Anjlok 3% Usai Dasco Hingga Rosan Sidak ke BEI, 639 Saham Melemah

        “Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen BJTM.

        Pasca transaksi, kepemilikan Arief meningkat menjadi 2,71 juta saham atau 0,014%, dari sebelumnya 1,85 juta saham atau 0,012%.

        Di sektor kesehatan, Komisaris Utama PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), Hasmoro, menambah 313.000 saham melalui transaksi pada 11–12 Mei 2026. Pembelian dilakukan di kisaran harga Rp990 per saham.

        Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Hasmoro meningkat menjadi 759,78 juta saham atau setara 4,95%, dari sebelumnya 759,47 juta saham atau 4,94%.

        Sementara itu, pemegang saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), Hartarto Ciputra, membeli 1,85 juta saham pada 11 Mei 2026 di harga Rp145 per saham.

        Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Hartarto bertambah menjadi 45,4 juta saham atau setara 5,63%, dari sebelumnya 43,5 juta saham atau 5,40%.

        Di sektor teknologi, Direktur Utama PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), Patrick Rudolf Dannacher, membeli 1.005.100 saham pada 13 Mei 2026 di rentang harga Rp595–Rp645 per saham.

        Setelah transaksi tersebut, kepemilikannya meningkat menjadi 234,6 juta saham atau setara 3,485%, dari sebelumnya 233,6 juta saham atau 3,479%.

        Baca Juga: Saat IHSG Bergejolak, Rosan Bicara Realita Pasar Modal: Bursa Pasti Ada Naik Turunnya

        Baca Juga: Sebut Pelemahan IHSG Masih Wajar, OJK: Bursa Lain Turun Lebih Dalam

        Selain itu, Komisaris Utama PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), Yacobus Jemmy Hartanto, membeli total 3,51 juta saham pada 8 dan 11 Mei 2026 di harga Rp282–Rp284 per saham.

        Setelah transaksi, kepemilikannya meningkat menjadi 258,7 juta saham atau setara 0,9562%, dibanding sebelumnya 255,2 juta saham atau 0,9432%.

        Aksi pembelian saham oleh jajaran internal emiten tersebut berlangsung saat pasar saham domestik mengalami tekanan dan pergerakan IHSG bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: