Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Kabinet Bayangan Era Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatannya... Bukan Menggantikan, Enggak Tuntas

Soal Kabinet Bayangan Era Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatannya... Bukan Menggantikan, Enggak Tuntas Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Politik Rocky Gerung mempertanyakan keseriusan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai kabinet bayangan di tengah pemerintahan dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sebuah shadow cabinet tidak seharusnya hanya berfungsi sebagai kelompok yang terus mengkritik pemerintah.

Bagi Rocky, istilah kabinet bayangan memiliki konsekuensi politik yang lebih besar. Kelompok tersebut seharusnya mempersiapkan diri untuk menjadi alternatif apabila pemerintahan yang sedang berkuasa gagal menjalankan kebijakannya.

Baca Juga: BPS Respons Soal Warga Berpenghasilan Rendah Masuk Desil 9-10 Kemensos: Bukan Ditentukan dari Gaji

“Kelihatannya mereka cuma ingin membayangi, bukan menggantikan. Nggak tuntas itu,” ujar Rocky dalam YouTube Total Politik, dikutip Jumat (14/8/2026).

Kritik tersebut menyoroti persoalan mendasar mengenai fungsi kabinet bayangan. Menurut Rocky, kelompok yang mengambil posisi sebagai oposisi atau pengawas pemerintah seharusnya tidak hanya bertugas menemukan kelemahan pemerintahan.

Mereka juga harus mampu menjawab pertanyaan yang jauh lebih sulit: apa yang akan dilakukan jika mereka sendiri diberi kesempatan memerintah?

Rocky menjelaskan bahwa konsep shadow cabinet dalam praktik politik idealnya membuat kelompok tersebut menyiapkan alternatif terhadap kabinet yang sedang berkuasa. Karena itu, ketika pemerintah menghadapi kegagalan, kabinet bayangan semestinya sudah memiliki rancangan yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

“Gampangnya begini, kabinet bayangan dia mesti siap menggantikan kabinet itu kalau dia gagal,” kata Rocky.

Dengan perspektif tersebut, keberadaan kabinet bayangan bukan hanya tentang siapa yang paling keras mengkritik pemerintah. Lebih jauh, kelompok tersebut harus membuktikan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mengelola pemerintahan.

Rocky menilai kemampuan tersebut belum terlihat secara utuh. Kritik terhadap pemerintah, menurut dia, belum otomatis menjadi bukti bahwa sebuah kelompok memiliki gagasan yang lebih baik. Ia bahkan mengatakan kelompok yang hanya berada dalam posisi mengkritik akan menghadapi persoalan ketika diminta memberikan solusi konkret.

“Gugup dia jawab nanti. Karena dia hanya membayang-bayangi. Dia tidak bisa out above mengatasi kabinet itu,” paparnya.

Sebelumnya, Kabinet Bayangan dibentuk Koalisi Masyarakat Sipil pada 27 Juli 2026. Gagasan tersebut ditujukan sebagai alternatif pengawasan dan penyeimbang terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Konsep Kabinet Bayangan sendiri terinspirasi dari praktik politik dalam sistem parlementer. Dalam praktik tersebut, kelompok oposisi membentuk kabinet bayangan yang berisi figur-figur untuk mengawasi kementerian sekaligus menjadi lawan tanding atau sparing partner bagi pemerintah.

Baca Juga: Terbongkar Kondisi Terkini Hubungan Jokowi dan Prabowo: Sudah di Titik 'Kill or to Be Killed'

Di Indonesia, konsep tersebut tidak secara otomatis memiliki kedudukan sebagai bagian dari struktur pemerintahan. Namun, Pembentukannya bisa dilihat sebagai gerakan politik dan masyarakat sipil yang dapat digunakan untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar