Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada Kamis (13/8/2026), setelah ditutup naik 1,69% pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut juga disertai aksi beli bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp483 miliar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, sejumlah saham menjadi sasaran utama pembelian investor asing. Saham tersebut antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Menurut Fanny, sentimen positif juga datang dari hasil tinjauan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi katalis bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan.
"Setelah pengumuman MSCI tetap di emerging market, IHSG berpotensi lanjut menguat kembali," kata Fanny dalam risetnya.
Ia memperkirakan IHSG berpeluang menuju level 7.300 dalam jangka menengah, dengan catatan indeks mampu bertahan di atas level 6.300.
Untuk perdagangan berikutnya, area support IHSG berada di 6.300-6.320, sedangkan resistance berada di 6.400-6.450.
Baca Juga: Dua Saham RI Didepak dari MSCI, 9 Emiten Ikut Kehilangan Status
Baca Juga: Pernah Didepak MSCI, Begini Kinerja Keuangan Emiten Hary Tanoe
Baca Juga: 3 Saham Prajogo Pernah Didepak MSCI, Bagaimana Kinerja Keuangannya?
Seiring dengan peluang penguatan IHSG, BNI Sekuritas juga memberikan sejumlah ide perdagangan untuk investor. Enam saham yang menjadi perhatian yakni TPIA, BREN, DSSA, KOTA, BNBR, dan BIPI. Berikut level perdagangan yang disoroti:
- TPIA: Spec Buy di Rp2.150-2.160 per saham, cut loss di bawah Rp2.120 per saham, dengan target Rp2.200-2.260 per saham.
- BREN: Buy if Break Rp3.750 per saham, dengan target Rp3.830-3.880 per saham dan cut loss di bawah Rp3.700 per saham.
- DSSAL: Spec Buy di Rp980-1.000 per saham, cut loss di bawah Rp980 per saham, target Rp1.035-1.075 per saham.
- KOTA: Spec Buy Rpdi 177-180 per saham, cut loss di bawah Rp173 per saham, target Rp185-200 per saham.
- BNBR: Spec Buy di Rp100-102 per saham, cut loss di bawah Rp100 per saham, target Rp104-111 per saham.
- BIPI: Spec Buy di Rp154-155 per saham, cut loss di bawah Rp151 per saham, target Rp157-163 per saham.
Fanny menekankan level support dan resistance tersebut dapat menjadi acuan bagi investor dalam menentukan strategi perdagangan, terutama di tengah potensi meningkatnya pergerakan IHSG setelah pengumuman MSCI.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: