Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investor Asing Lepas Saham RI Rp72 Triliun, Ini yang Terjadi di BEI

Investor Asing Lepas Saham RI Rp72 Triliun, Ini yang Terjadi di BEI Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengungkapkan investor asing masih gencar melepas saham di pasar domestik. Sepanjang 2026, aksi jual bersih (net sell) investor asing telah mencapai Rp72,87 triliun.

"Dengan tambahan net sell Rp1,03 triliun pada perdagangan terakhir pekan 10-14 Agustus 2026," kata Kautsar dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Meski tekanan jual asing masih tinggi, kinerja pasar saham domestik relatif terjaga. IHSG hanya terkoreksi 0,12% sepanjang pekan tersebut dan berakhir di level 6.401,888, dibandingkan 6.409,654 pada pekan sebelumnya.

Menariknya, pelemahan IHSG tidak diikuti penurunan kapitalisasi pasar. Nilai kapitalisasi pasar BEI justru naik 0,28% menjadi Rp11.243 triliun dari Rp11.212 triliun pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan saham cenderung melambat. Rata-rata nilai transaksi harian turun 1,07% menjadi Rp15,21 triliun dari Rp15,38 triliun.

Baca Juga: OJK Sebut Demutualisasi Bakal Buka Akses Sumber Permodalan BEI

Baca Juga: Komoditas Bursa Mineral Belum Ditentukan, OJK Masih Tunggu Perpres

Baca Juga: OJK Kejar Aturan Bursa Mineral, Target Operasi 1 Januari 2027

Tekanan juga terlihat pada volume perdagangan. Rata-rata volume transaksi harian anjlok 14,86% menjadi 34,01 miliar saham dari 39,95 miliar saham pada pekan sebelumnya.

"Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 9,67% menjadi 2,09 juta transaksi dari 2,32 juta transaksi," ungkap Kautsar.

Dengan demikian, perdagangan BEI pada pekan 10–14 Agustus 2026 menunjukkan kondisi pasar yang cukup beragam. Arus keluar dana asing masih menjadi tekanan, sementara kapitalisasi pasar tetap tumbuh meski IHSG dan aktivitas transaksi mengalami pelemahan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan