Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Strategi DSLNG Merawat Kepercayaan Buyer Lewat Sertifikasi ISO 17025

        Strategi DSLNG Merawat Kepercayaan Buyer Lewat Sertifikasi ISO 17025 Kredit Foto: Donggi Senoro LNG
        Warta Ekonomi, Tangerang -

        PT Donggi-Senoro Liquefied Natural Gas (DSLNG) menegaskan posisinya sebagai pemain utama industri gas alam cair regional dengan mengandalkan akurasi data laboratorium sebagai jaminan kualitas. Melalui sertifikasi International Organization for Standardization/International Electrotechnical Commission 17025:2017 (ISO/IEC 17025:2017), DSLNG memastikan setiap tetes LNG yang dikirimkan memiliki nilai energi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara internasional.

        Laboratory Supervisor DSLNG, Mohd Taufiq, menjelaskan bahwa dalam industri LNG, data laboratorium memiliki peran vital, melampaui sekadar catatan teknis. Data tersebut merupakan instrumen penentu dalam heating value yang berujung pada nilai transaksi keuangan.

        “Data laboratorium bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fondasi utama kepercayaan kami terhadap pembeli (buyer). Kesalahan kecil dalam pengukuran dapat menyebabkan dampak finansial yang signifikan,” ujar Taufiq dalam presentasinya di ajang IPA Convex 2024 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

        Kecepatan dan Akurasi

        Untuk menjaga keunggulan operasional, laboratorium DSLNG diperkuat oleh 10 personel ahli yang bekerja dengan sistem back-to-back. Standar kerja yang ketat memungkinkan laboratorium mengeluarkan Certificate of Quality (COQ) hanya dalam waktu dua jam. Proses ini meliputi satu jam analisis, setengah jam peninjauan, dan setengah jam finalisasi sertifikat.

        Taufiq menambahkan, tantangan utama dalam menjaga keandalan hasil uji adalah kompleksitas komposisi LNG dan tuntutan akurasi tinggi dalam custody transfer. Oleh karena itu, penggunaan teknologi seperti Gas Kromatografi (GC) harus melalui proses kalibrasi dan traceability yang terjaga secara konsisten.

        Benteng Integritas dan Keamanan Data

        Selain aspek teknis, aspek manajemen menjadi pilar kedua dalam sertifikasi ISO 17025 di DSLNG. Perusahaan menerapkan kebijakan imparsialitas (ketidakberpihakan) yang sangat ketat. Setiap personel laboratorium wajib menandatangani pakta integritas untuk memastikan hasil uji bebas dari tekanan pihak mana pun.

        “Kami melakukan pemisahan peran antara analis, penelaah, dan penyetuju. Tujuannya agar tidak terjadi benturan kepentingan (conflict of interest) dalam menyediakan hasil uji,” tambah Taufiq.

        Dari sisi keamanan, DSLNG memagari data hasil laboratorium dengan sistem akses terbatas. Seluruh data disimpan dalam server khusus laboratorium yang hanya dapat diakses oleh level tertentu guna mencegah manipulasi data oleh pihak yang tidak berwenang.

        Baca Juga: Apresiasi DSLNG, Menteri Hukum: Bentuk Nyata Kolaborasi Berdampak Bagi Daerah

        Sertifikasi ISO 17025 milik laboratorium DSLNG telah direakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada April 2025 dan berlaku hingga 21 April 2030. Langkah ini menjadi wujud komitmen DSLNG untuk terus menjadi mitra energi yang andal (reliable) bagi pelanggan di pasar domestik maupun internasional.

        Di sisi lain, kontribusi DSLNG terhadap ketahanan energi nasional juga tercermin dari realisasi penyaluran delapan kargo Liquefied Natural Gas (LNG) ke pasar domestik sepanjang tahun lalu.

        Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, menjelaskan bahwa total produksi kilang mencapai sekitar 40 kargo per tahun, dengan sebagian dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri melalui mekanisme spot cargo sesuai permintaan pemerintah.

        “Tahun kemarin, sekitar 40-an kargo. Untuk nasional kami alokasikan delapan kargo kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT PLN (Persero),” ujar Adhika dalam acara Halalbihalal Media di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

        Menurutnya, skema spot request memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menyalurkan kelebihan produksi guna memenuhi kebutuhan energi nasional secara cepat dan adaptif.

        By request, by request spot. Jadi kargo yang tersedia itu yang kami alokasikan untuk domestik,” jelasnya.

        Keberhasilan penyaluran LNG, baik untuk ekspor maupun domestik, sangat bergantung pada reliabilitas operasional kilang DSLNG yang hanya memiliki satu jalur produksi (single train). Dengan target produksi tahunan sekitar 2,1 hingga 2,125 juta ton, perusahaan menerapkan standar efisiensi dan keandalan yang ketat.

        “Target produksi kami sekitar 2,1 hingga maksimal 2,125 juta ton per tahun. Karena ini hanya satu proses produksi, maka kami harus bekerja sangat efisien, andal (reliable), dan tanpa kesalahan. Satu gangguan saja bisa menghentikan produksi,” ujar Adhika.

        Lebih jauh, DSLNG juga membuka sinyal penguatan peran dalam pasar domestik setelah berakhirnya kontrak jangka panjang ekspor dengan pembeli Jepang dan Korea Selatan pada 2027. Perusahaan menegaskan komitmen untuk tetap berkontribusi terhadap kebutuhan energi nasional sesuai arahan pemerintah.

        Baca Juga: Krisis Energi Global Memanas, Akademisi: Pasokan LNG Domestik Harus Jadi Prioritas

        Baca Juga: RAJA dan RATU Akuisisi Proyek LNG Genting di Blok Kasuri Papua

        “Setelah 2027, kami berkomitmen untuk tetap mendengarkan kebutuhan Pemerintah Indonesia. Kami ingin menjadi kontributor bagi ketahanan Liquefied Natural Gas (LNG) nasional,” imbuh Adhika.

        Dukungan tersebut turut diperkuat oleh kepastian pasokan gas hulu dari Blok Matindok dan Senoro-Toili. 

        Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pasokan gas dari wilayah tersebut telah terjamin hingga 2042, memberikan fondasi kuat bagi keberlanjutan operasional kilang DSLNG dalam jangka panjang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: