Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Meski Rupiah Melemah dan IHSG Ambles, Purbaya Pastikan Dalam 6 Bulan Orang Susah Berkurang

        Meski Rupiah Melemah dan IHSG Ambles, Purbaya Pastikan Dalam 6 Bulan Orang Susah Berkurang Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi ekonomi masyarakat akan membaik dalam enam bulan ke depan meski nilai tukar rupiah melemah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

        Purbaya mengatakan pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus mendorong pertumbuhan sektor swasta dan ekonomi domestik agar dampak pemulihan ekonomi semakin terasa di masyarakat.

        “Saya pikir 6 bulan dari sekarang akan semakin kelihatan bahwa orang-orang yang tadinya susah tuh, Pak, akan semakin berkurang dan semakin berkurang lagi,” ujar Purbaya.

        Menurutnya, tekanan terhadap rupiah dan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen dan ekspektasi pasar dibandingkan fundamental ekonomi nasional.

        “Nilai tukar rupiah dipengaruhi ekspektasi, nilai pasar saham juga dipengaruhi ekspektasi ketika banyak berita negatif,” katanya.

        Baca Juga: IHSG Sempat Anjlok ke 5.900, Purbaya Pede Bakal Terbang Lagi ke Level 8.000

        Baca Juga: Purbaya Yakin Indonesia Aman dari Krisis Ekonomi: Fundamental Kita Amat Baik

        Ia menyebut sejak akhir tahun lalu pasar domestik terus menghadapi tekanan sentimen, mulai dari perubahan indeks MSCI, laporan lembaga pemeringkat, hingga pelemahan rupiah yang memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

        “Jadi dari akhir tahun lalu kita dihantam berterus-terusan, Pak. Ada MSCI, terus ada lembaga pemeringkat, setelah itu rupiah. Sehingga sentimen di masyarakat jadi memburuk. Seolah-olah kita akan menuju 98 lagi,” ujar Purbaya.

        Meski demikian, ia menegaskan pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan ekonomi domestik.

        “Padahal fondasi ekonominya kita perbaiki terus. Dan sekarang boleh dibilang walaupun enggak sempurna ya, Pak, kebijakan yang besarnya enggak ada yang salah,” katanya.

        Purbaya juga menepis kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi seperti 1998.

        “Kita enggak akan mengulangi 98 lagi,” ujarnya.

        Baca Juga: Purbaya Siapkan Langkah Penguatan Rupiah Minggu Depan, Target Kembali ke Level Rp15.000

        Baca Juga: Purbaya: Rupiah Tak Akan Jeblok Seperti 98, Juni Ada Suplai Dolar

        Ia menambahkan penguatan ekonomi ke depan akan bertumpu pada percepatan pertumbuhan sektor swasta dan konsumsi domestik dengan dukungan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.

        “Nanti BI juga akan membantu ekonomi kita supaya engine mesin swasta itu tumbuh lebih cepat lagi sehingga pertumbuhannya didorong oleh swasta dan domestik,” kata Purbaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: