Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cerita Kepulangan 9 WNI Tim Kemanusiaan GSF yang Sempat Ditahan Israel

        Cerita Kepulangan 9 WNI Tim Kemanusiaan GSF yang Sempat Ditahan Israel Kredit Foto: Instagram/IDF
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 akhirnya resmi tiba kembali di Tanah Air. Rombongan yang terdiri dari aktivis dan jurnalis tersebut mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu, 24 Mei 2026 sore.

        Berikut adalah rangkuman fakta mengenai kronologi pembajakan, penyiksaan yang dialami korban, hingga komitmen perjuangan mereka untuk Palestina:

        Dibajak Militer Israel di Perairan Internasional

        Sembilan WNI tersebut ditahan oleh militer Israel saat tengah mengemban misi kemanusiaan membawa bantuan logistik ke Gaza. Kapal-kapal rombongan GSF 2.0 dibajak secara paksa oleh militer Israel saat berlayar di kawasan perairan internasional dekat Siprus. Lokasi pembajakan tersebut diperkirakan berjarak sekitar 250 mil laut dari lepas pantai wilayah Gaza.

        Mengalami Penyiksaan Fisik di Tahanan Kapal

        Jurnalis iNews TV, Rahendro Herubowo alias Heru, membagikan pengalaman buruknya saat disekap selama dua hari tiga malam di dalam tahanan kapal Israel. Heru mengaku mendapatkan perlakuan kekerasan fisik dan penyiksaan yang intens dari tentara Israel. Selama masa penahanan tersebut, para WNI mendapatkan tekanan mental dan dilarang keras untuk mengangkat kepala mereka.

        "Jadi selama kita dibawa ke dalam tahanan kapal ya selama 3 hari, saya 2 hari 3 malam itu kita mengalami beberapa penyiksaan. Kalau saya bilang sih ada physical treatment juga," ucap Heru.

        Adanya Bilik Khusus Eksekusi Kekerasan

        Heru membeberkan bahwa militer Israel sengaja menyediakan sebuah bilik khusus di dalam kapal yang digunakan untuk mengeksekusi tawanan. Di dalam ruangan khusus tersebut, Heru dipukuli, ditendang, hingga dijatuhkan ke lantai oleh petugas. Ia juga mengalami intimidasi berupa pelemparan granat kejut saat proses pemindahan antar-ruangan dilakukan.

        "Dan mereka tuh kayak menyiapkan bilik bilik khusus ya, bilik khusus. Jadi ada khusus eksekusi. Bilik khusus eksekusi bisa dibilang bilik khusus eksekusi. Jadi setiap kita mau berpindah ruangan ada satu bilik khusus eksekusi di mana kita dipukuli terus kita ditendang," jelas Heru.

        Disetrum di Bagian Badan dan Kaki

        Dampak kekerasan fisik yang dialami Heru tidak hanya berupa pukulan dan tendangan mentah. Jurnalis Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sempat beberapa kali disetrum menggunakan alat khusus oleh militer Israel. Aliran listrik tersebut dihantamkan ke beberapa bagian vital pada tubuhnya.

        "(disetrum) Badan, kaki dan e punggung saya," imbuh Heru menerangkan bagian tubuhnya yang terluka.

        Identitas Sembilan WNI yang Selamat

        Baca Juga: Siksaan Israel Terhadap 9 WNI Relawan Gaza Bikin Menlu RI Meledak

        Setelah melalui proses diplomasi, sembilan WNI tersebut akhirnya berhasil dibebaskan oleh otoritas Israel pada Kamis, 21 Mei 2026. Adapun identitas lengkap kesembilan warga negara Indonesia yang selamat tersebut adalah:

        • Andi Angga
        • Rahendro Herubowo
        • Andre Prasetyo
        • Thoudy Badai
        • Bambang Noroyono
        • Herman Budianto
        • Ronggo Wirasanu
        • Asad Aras Muhammad
        • Hendro Prasetyo

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: