Polri Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, DPR Tetap Desak Investigasi Total
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Polri memastikan insiden mati listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tidak disebabkan sabotase maupun unsur kesengajaan. Meski begitu, DPR tetap mendesak investigasi total untuk mengungkap akar masalah pemadaman yang disebut telah merugikan jutaan masyarakat.
Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengatakan hasil penyelidikan sementara belum menemukan indikasi sabotase dalam gangguan kelistrikan tersebut. Polisi menduga blackout dipicu kombinasi faktor teknis dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera.
“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan ada indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri.
Nunung menjelaskan gangguan pada sistem transmisi listrik menjadi penyebab utama pemadaman massal yang terjadi sejak Jumat malam. Faktor cuaca buruk disebut ikut memperparah kestabilan jaringan kelistrikan di sejumlah daerah Sumatera.
Meski Polri sudah memastikan tidak ada sabotase, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta investigasi tetap dilakukan secara menyeluruh. Ia menilai pemadaman tersebut terlalu fatal untuk dianggap selesai hanya dengan penjelasan awal soal cuaca dan faktor teknis.
“Saya mendorong Polri, PLN, bersama pihak terkait, untuk menginvestigasi total akar masalah dari pemadaman di Sumatera ini,” kata Sahroni.
Politikus Partai NasDem itu menilai blackout telah menyebabkan kerugian besar di tengah masyarakat. Aktivitas ekonomi, pekerjaan, hingga operasional bisnis disebut lumpuh akibat listrik padam di sejumlah kota besar Sumatera.
Sahroni bahkan meminta aparat menelusuri kemungkinan unsur pidana apabila ditemukan kelalaian dalam pengelolaan sistem kelistrikan. Menurutnya, harus ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden blackout yang memicu kekacauan di berbagai daerah tersebut.
“Banyak aktivitas, pekerjaan, dan bisnis jadi terhambat dan tentunya merugi hingga miliaran rupiah,” ujar Sahroni.
Ia juga menyoroti banyaknya spekulasi dan isu liar yang berkembang di media sosial usai blackout terjadi. Karena itu, DPR meminta hasil investigasi diumumkan secara transparan agar masyarakat tidak terus berspekulasi mengenai penyebab padamnya listrik massal tersebut.
Baca Juga: Pengamat INDEF Sebut Recovery Pascablackout di Sumatera Sudah Lewati Mekanisme yang Benar
Peristiwa blackout sendiri sempat membuat sejumlah wilayah di Sumatera gelap gulita, termasuk pusat Kota Medan. Lampu penerangan jalan dan lampu lalu lintas dilaporkan mati total sehingga mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari.
PLN sebelumnya menyebut pemadaman dipicu gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi akibat cuaca buruk. Pihak PLN juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: