Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Pemerintah bersama PLN dan Bareskrim Polri memastikan bahwa pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di Sumatera pada Jumat (22/5) tidak disebabkan oleh sabotase maupun unsur kesengajaan. Hasil investigasi awal menegaskan gangguan tersebut murni dipicu faktor teknis dan kondisi cuaca ekstrem.
“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ujar Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin dikutip dari ANTARA.
Dari sisi teknis, gangguan bermula pada sistem transmisi tegangan tinggi 275 kV New Aur Duri di Muaro Jambi, Jambi, yang terdampak hujan lebat, petir, dan angin kencang. Kondisi tersebut memicu ketidakstabilan sistem kelistrikan regional.
Direktur Transmisi PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa fenomena tersebut kemudian memicu power swing yang mengganggu kestabilan aliran listrik. Sistem perlindungan otomatis lalu bekerja dan memutus aliran listrik (trip) untuk mencegah kerusakan lebih luas.
“Tidak ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar daerah Palembang. Tetapi pelanggan-pelanggan kami di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut dan Aceh mengalami pemadaman,” kata Edwin.
Akibat gangguan tersebut, blackout terjadi di sejumlah wilayah Sumatera secara bersamaan. Sistem kelistrikan yang saling terhubung membuat dampak gangguan menyebar dari satu titik ke wilayah lain.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut pemicu utama adalah faktor alam berupa sambaran petir di Jambi yang mengganggu jaringan transmisi.
“Enggak, itu tidak ada kesengajaan. Itu ya murni karena masalah kondisi alam,” ujar Yuliot.
Ia menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sumatera memiliki ketergantungan antarwilayah, sehingga gangguan di satu titik dapat berdampak luas. Pasokan listrik dari Sumatera bagian selatan juga berperan dalam distribusi ke wilayah utara.
Baca Juga: Sistem Kelistrikan Sumatera Pulih 100%, Polri Terus Dalami Penyebab Gangguan
PLN kemudian melakukan proses pemulihan bertahap setelah melakukan pemeriksaan fisik jaringan transmisi. Hingga Minggu (24/5) pagi, sebanyak 176 gardu induk yang terdampak telah berhasil dinormalkan kembali.
Dengan demikian, blackout di Sumatera dipastikan bukan akibat sabotase, melainkan kombinasi cuaca ekstrem dan gangguan teknis pada sistem transmisi 275 kV.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: