Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Masyarakat Diminta Lebih Cermat Hitung Total Biaya Pinjaman Online

        Masyarakat Diminta Lebih Cermat Hitung Total Biaya Pinjaman Online Kredit Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Seiring meningkatnya kebutuhan akan akses pembiayaan yang praktis, layanan pinjaman daring (pindar) semakin banyak digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan darurat. 

        Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terjadi lonjakan pada industri pinjaman daring atau pinjol hingga Maret 2026. Nilai outstanding pembiayaan masyarakat melalui platform ini telah menembus Rp101,03 triliun.

        Meski tumbuh pesat, OJK juga mencatat tingkat risiko kredit macet atau TWP50 secara agregat pada posisi 4,52%. Namun di tengah pertumbuhan tersebut, terdapat aspek penting yang perlu diperhatikan, yaitu pemahaman terhadap struktur biaya pinjaman secara keseluruhan.

        Dalam praktiknya, tidak sedikit pengguna yang hanya memerhatikan suku bunga, tanpa mempertimbangkan komponen biaya lain yang turut mempengaruhi total kewajiban pembayaran. Hal ini berpotensi menimbulkan kewajiban finansial yang tidak diantisipasi sejak awal oleh pengguna. 

        Oleh karena itu, penyampaian informasi yang jelas dan transparan menjadi penting untuk memastikan kenyamanan pengguna dalam mengakses layanan pindar.

         "Kami memahami bahwa seiring meningkatnya inklusi dan literasi finansial di Indonesia, transparansi biaya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat dalam memilih layanan pinjaman daring," kata Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara, Jonathan Christianto, dalam pernyataannya dikutip Selasa (26/5/2026).

        Baca Juga: BRI Kucurkan Pinjaman Rp1,2 Triliun ke Anak Usaha Jababeka

        Baca Juga: Gegara Kasus Indosaku, OJK Ancam Tindak Tegas Pelanggaran Penagihan Pinjol

        Menjawab kebutuhan tersebut, SPinjam mengusung kampanye menekankan pentingnya kejelasan dan transparansi informasi biaya, dengan menawarkan bunga pinjaman 1,8% per bulan (setara 0,06% per hari) dan gratis biaya admin untuk pinjaman pertama, tanpa biaya tambahan lainnya. 

        SPinjam juga menghadirkan limit pinjaman hingga Rp100.000.000 dengan pilihan tenor dari 2, 3, 6, 9, 12 hingga 24 bulan, serta proses pengajuan yang mudah, cukup dengan KTP, dan tanpa agunan.

        Melalui kampanye Jelas Tanpa Jebakan, SPinjam ingin mendorong pengguna untuk semakin memahami informasi pinjaman dengan lebih jelas, mulai dari komponen biaya, tenor, hingga rincian pembayaran. 

        "Harapannya, pengguna dapat memastikan bahwa mereka membuat keputusan finansial yang bijaksana, serta memanfaatkan layanan pindar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya," kata dia.

        Melalui kampanye ini, SPinjam mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan layanan pindar dengan terukur dan bijaksana, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan menyesuaikan besaran pinjaman serta tenor dengan kemampuan pembayaran.

        SPinjam merupakan layanan pinjaman daring oleh PT Lentera Dana Nusantara yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam rangka kampanye ini, SPinjam juga menawarkan promo khusus untuk pengajuan pinjaman pertama berupa bunga tetap (flat) mulai dari 1,8% per bulan (setara 0,06% per hari), gratis biaya admin, serta tanpa biaya tambahan lainnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: