Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pembiayaan Samir Tembus Rp2,3 Triliun, Tumbuh 84% Berkat Ekspansi UMKM

Pembiayaan Samir Tembus Rp2,3 Triliun, Tumbuh 84% Berkat Ekspansi UMKM Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Platform Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Pindar) Samir menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun sepanjang semester I 2026, meningkat 84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi pembiayaan produktif kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di luar Pulau Jawa.

Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan pertumbuhan penyaluran pembiayaan juga diikuti kenaikan jumlah peminjam (borrower) sebesar 13% secara tahunan. Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan upaya perusahaan memperluas inklusi keuangan tanpa mengabaikan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko.

"Sebagai platform yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK, Samir memandang bahwa pertumbuhan pembiayaan harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang baik, tetap menjaga kualitas pembiayaan dan manajemen mitigasi risiko yang disiplin. Kami percaya, pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, dan penyaluran pembiayaan yang semakin berorientasi pada sektor produktif dalam membantu keberlangsungan bisnis usaha maupun kemajuan ekonomi UMKM," ujar Handy dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Dari sisi sebaran pembiayaan, Pulau Jawa masih mendominasi portofolio Samir dengan porsi sekitar 69% dari total penyaluran. Sementara itu, Sumatra menyumbang sekitar 17%, sedangkan Kalimantan dan Sulawesi juga mencatat pertumbuhan pembiayaan yang semakin merata.

Perusahaan menilai peningkatan pembiayaan di luar Jawa menunjukkan kebutuhan akses permodalan bagi UMKM di daerah terus meningkat, sekaligus menjadi peluang untuk memperluas inklusi keuangan nasional.

Di sisi pendanaan, Samir telah menggandeng 11 institutional lender, termasuk tiga perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.

Menurut Handy, keterlibatan lembaga perbankan mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap tata kelola perusahaan dan sistem mitigasi risiko yang diterapkan Samir.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pembiayaan Motor Listrik FIFGROUP Melonjak 156%

Baca Juga: Pembiayaan Pinjol Naik 25,6%, OJK Tetap Waspadai Risiko Kredit

"Kami selalu membuka diri untuk berkolaborasi dengan bank-bank lain maupun layanan keuangan formal lainnya melalui skema channeling untuk menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan. Kami juga sedang menjajaki kerja sama strategis dengan beberapa bank lain untuk menjadi institutional lender Samir dengan tetap mengedepankan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, serta perlindungan konsumen," katanya.

Ke depan, Samir akan memperluas penyaluran pembiayaan produktif di berbagai wilayah Indonesia dengan fokus pada sektor UMKM. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha sekaligus mendorong pemerataan inklusi keuangan di luar Pulau Jawa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri