Kredit Foto: Bapanas
Strategi distribusi logistik pangan terus diuji menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga harga tetap terjangkau, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama pemerintah daerah melakukan pemangkasan rantai pasok (supply chain bypass) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang langsung menyasar permukiman warga.
Di Kabupaten Barito Utara, pemerintah daerah bahkan menerapkan inovasi GPM on the road atau pasar keliling. Strategi jemput bola tersebut dinilai lebih efektif menjaga daya beli masyarakat tanpa memusatkan keramaian di satu lokasi.
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan stabilisasi harga pangan membutuhkan langkah operasional yang tepat di lapangan.
“Kami tidak ingin masyarakat terbebani harga kebutuhan pokok yang melambung menjelang Iduladha. Karena itu, gerakan ini akan terus kami jalankan,” ujar Shalahuddin dalam keterangan resmi Bapanas, Selasa (26/5/2026).
Ia memastikan komoditas yang didistribusikan memiliki kualitas baik dengan harga jual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kegiatan ini merupakan komitmen daerah dalam menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta memberikan pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Intervensi Pasar Skala Masif, Bapanas Geber 4.973 Gerakan Pangan Murah Demi Redam Inflasi Iduladha
Baca Juga: Amran Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Nakal, Mafia Pangan Disikat!
Upaya pengendalian inflasi pangan juga dilakukan pemerintah daerah lainnya. Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal, mengatakan pihaknya menyiapkan 1.200 paket pangan murah untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Iduladha.
“Menjelang Iduladha, kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi dampak inflasi dan menjaga harga tetap stabil. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” ujar Afdhal.
Secara nasional, volume distribusi GPM selama Mei tercatat cukup tinggi. Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Bapanas, Kelik Budiana, menyebut Sumatera Utara menjadi provinsi dengan pelaksanaan GPM terbanyak, yakni 99 kali, disusul Jawa Barat 95 kali dan Sulawesi Selatan 83 kali.
“Kami terus mendorong Gerakan Pangan Murah. Hingga Januari–Mei tahun ini, telah terealisasi sebanyak 4.973 kali di 36 provinsi dan 374 kabupaten/kota. Khusus Mei, totalnya mencapai 518 kali,” kata Kelik.
Menurut dia, intervensi tersebut diharapkan mampu memotong rantai distribusi sehingga harga pangan di tingkat konsumen dapat tetap terkendali.
“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus mampu menekan harga sesuai HET maupun di bawah HET,” ujarnya.
Operasi pasar tersebut akan terus berlangsung hingga pekan Iduladha, dengan agenda terdekat menyasar Kota Bengkulu pada 26 Mei dan Kabupaten Bekasi pada 30 Mei 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: