Kredit Foto: Istimewa
Negara-negara Uni Eropa (UE) disebut sedang mengalami masalah keuangan yang serius karena kebijakan ekonomi hijau. Hal ini diketahui setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan UE mengenai meningkatnya utang publik yang berpotensi mengganggu perekonomian.
IMF juga meminta negara-negara anggota untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan pengeluaran pada sektor pertahanan, energi, dan pensiun dalam 15 tahun mendatang.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, IMF menyarankan adanya reformasi, pinjaman bersama, serta pengurangan defisit anggaran. Namun, Anggota Parlemen Eropa asal Rumania menilai akar persoalan justru berasal dari kebijakan yang selama ini dijalankan oleh birokrasi UE, termasuk penerapan Green Deal.
Menurutnya, pengeluaran besar seperti vaksin dan dukungan terhadap Ukraina telah menciptakan gangguan fiskal.
Ia menuding kebijakan dekarbonisasi dan Green Deal telah mempercepat penghancuran sektor industri di Rumania. "Sisa-sisa industri Rumania dihancurkan habis-habisan dengan dalih dekarbonisasi dan Green Deal," ujarnya.
Baca Juga: Sherly Tjoanda Dapat 11 Sapi dari Prabowo, Tahun Depan Bakal Bagikan 150 Sapi untuk Maluku Utara
Dalam pandangannya, berbagai program yang dikaitkan dengan agenda hijau lebih banyak menghasilkan dokumen dan presentasi dibandingkan pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kritik terhadap kebijakan ekonomi UE tersebut muncul di tengah krisis politik yang sedang berlangsung di Rumania. Pada 5 Mei, parlemen negara itu menyetujui mosi tidak percaya yang berujung pada pemberhentian pemerintahan pro-Eropa di bawah Perdana Menteri Ilie Bolojan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: