Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Donald Trump Belum Restui Draf Perpanjangan Gencatan Senjata Amerika Serikat dan Iran

        Donald Trump Belum Restui Draf Perpanjangan Gencatan Senjata Amerika Serikat dan Iran Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat dan Iran semakin dekat untuk mencapai kerangka kesepakatan perpanjangan gencatan senjata. Kedua pihak telah menyepakati nota kesepahaman untuk memperpanjang masa damai tersebut selama 60 hari.

        Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir atas dokumen kesepakatan tersebut. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyebut Trump masih belum menandatangani dokumen memorandum tersebut.

        “Sulit untuk mengatakan kapan atau apakah Presiden akan menandatangani MoU itu,” kata Vance, Kamis (28/5/2026). Pihak Gedung Putih menyatakan proses pembahasan mengenai beberapa poin di dalam dokumen masih terus berjalan.

        Vance mengatakan pihak Iran sejauh ini telah melakukan perundingan dengan menunjukkan itikad baik. Kedua belah negara juga sama-sama memiliki keinginan untuk membuka kembali kawasan Selat Hormuz.

        Namun kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan terkait persediaan uranium milik Iran. Donald Trump bahkan menegaskan dirinya belum puas dengan tawaran yang diberikan oleh pihak Teheran.

        Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai sudah mulai terlihat. Namun Bessent menegaskan bahwa Trump tidak akan menerima kesepakatan yang dinilai merugikan Amerika Serikat.

        Dalam dokumen kesepakatan, perpanjangan masa 60 hari akan menjamin pelayaran di Selat Hormuz bebas gangguan. Pihak Iran diwajibkan untuk membersihkan seluruh ranjau laut dalam jangka waktu 30 hari.

        Baca Juga: Pemerintah Bangladesh Turun Tangan, Kerbau 'Donald Trump' Selamat dari Kurban Karena Alasan 'Keamanan'

        Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran secara bertahap. Dokumen memorandum tersebut juga memuat komitmen Iran untuk tidak mengejar kepemilikan senjata nuklir.

        Kedua negara sempat saling melempar tuduhan pelanggaran komitmen setelah terjadi insiden saling tembak. Namun pihak Kementerian Keuangan Amerika Serikat menegaskan status gencatan senjata saat ini tetap berlaku.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: